
Loading...

Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling umum ditemukan di Indonesia. Fakta ini tercermin dalam laporan Cancer Today dari GLOBOCAN yang diterbitkan oleh World Health Organization (WHO) pada tahun 2022. Angka kejadian yang tinggi tersebut menunjukkan bahwa kanker payudara bukan masalah sepele. Sayangnya, masih banyak kesalahpahaman yang beredar di masyarakat, mulai dari gejala yang dianggap sepele hingga anggapan keliru tentang penyebab dan pengobatannya.
Karena itu, memahami fakta kanker payudara secara benar sangatlah penting agar Anda tidak salah kaprah dalam mengenali tanda awal maupun menentukan langkah penanganan. Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda ketahui:
Banyak yang menganggap bahwa kanker payudara hanya bisa menyerang wanita, padahal sebenarnya tidak demikian. Meski peluangnya pada pria lebih rendah, yaitu hanya sebesar 0,5-1% dari total kasus jenis kanker tersebut, bukan berarti pria sama sekali tidak bisa terkena kanker payudara.
Masalahnya, banyak pria tidak menyadari risiko ini. Stigma bahwa kanker payudara adalah “penyakit wanita” membuat pria cenderung mengabaikan perubahan pada area dada. Akibatnya, kanker payudara pada pria sering baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut. Minimnya edukasi tentang kanker payudara pada pria turut memperburuk kondisi ini. Padahal, semakin cepat terdeteksi, semakin besar peluang untuk mendapatkan hasil pengobatan yang baik.
Kanker payudara memang identik dengan tanda seperti benjolan pada area dada, tetapi itu bukan satu-satunya gejala. Justru, kanker payudara juga dapat menimbulkan perubahan bentuk atau ukuran payudara, kulit yang tampak seperti kulit jeruk, kemerahan atau penebalan kulit, serta puting yang tertarik ke dalam.
Selain itu, keluarnya cairan tidak normal dari puting, terutama jika bercampur darah, juga patut diwaspadai. Rasa nyeri yang tidak biasa dan tidak berkaitan dengan siklus menstruasi pun bisa menjadi tanda awal kanker payudara pada wanita.
Banyak orang mengira kanker payudara hanya dialami oleh wanita usia lanjut, padahal wanita di bawah usia 40 tahun juga tak luput dari risiko. Bahkan, sejumlah riset seperti dari Fernandes, et al. (2023) menunjukkan bahwa kanker payudara pada usia muda sering kali bersifat lebih agresif.
Alasannya, tipe seperti Triple-Negative dan HER2-positive lebih sering ditemukan pada kelompok usia tersebut. Selain itu, kanker payudara pada wanita muda kerap terdiagnosis pada stadium yang lebih lanjut karena gejalanya tidak langsung dicurigai sebagai kanker. Faktor genetik, seperti mutasi gen BRCA, juga berperan besar pada kasus kanker payudara di usia muda.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa peluang kesembuhan kanker payudara sangat dipengaruhi oleh stadium saat diagnosis. Kanker payudara yang terdeteksi pada stadium awal memiliki prognosis 15 tahun yang jauh lebih baik, dengan tingkat kelangsungan hidup mencapai sekitar 86%.
Anda bisa mendeteksi gejala kanker payudara sejak dini melalui pemeriksaan payudara sendiri secara rutin, menjalani check-up dengan tenaga kesehatan, serta pemeriksaan penunjang seperti USG atau mammografi sesuai usia dan faktor risiko. Hasilnya, Anda punya lebih banyak pilihan terapi dan hasil pengobatannya pun cenderung lebih optimal.
Di tengah masyarakat, ada anggapan bahwa pemakaian bra berkawat dan kandungan aluminium dalam deodoran bisa menyebabkan kanker payudara. Padahal, hingga saat ini, tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa penggunaan bra berkawat atau deodoran dapat menyebabkan kanker payudara.
Faktor risiko yang sebenarnya justru berkaitan dengan hal lain, seperti riwayat keluarga dengan kanker payudara, mutasi genetik, paparan hormon estrogen dalam jangka panjang, obesitas, konsumsi alkohol, serta gaya hidup yang kurang aktif.
Jika Anda ingin menjalani pemeriksaan untuk memetakan peluang risiko kanker payudara dan mengobati gejalanya, kini Anda sudah tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri. Sebab, teknologi medis di tanah air sudah semakin maju, seperti yang tersedia di RS Kanker Dharmais.
Sebagai pusat kanker nasional, RS Kanker Dharmais memiliki teknologi terkini serta didukung oleh tenaga kesehatan yang berpengalaman dalam deteksi dan pengobatan kanker payudara. Dengan fasilitas yang lengkap, Anda bisa mendapatkan layanan berkualitas tanpa pergi terlalu jauh dari rumah.
Jadi, apabila Anda memiliki keluhan, faktor risiko, atau sekadar ingin memastikan kondisi kesehatan payudara, jangan ragu untuk menjadwalkan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan di RS Kanker Dharmais