
Loading...

Banyak orang beranggapan bahwa satu-satunya jalan pengobatan tumor otak adalah operasi. Anggapan ini sering kali menimbulkan ketakutan tersendiri, terutama terkait risiko gangguan fungsi kognitif seperti kemampuan berbicara, perubahan perilaku, dan daya ingat setelah menjalani prosedur. Namun, apakah benar bahwa semua tumor otak harus selalu dioperasi? Jawabannya bisa Anda temukan melalui ulasan berikut ini.
Nyatanya, tidak semua tumor otak harus ditangani dengan operasi. Keputusan untuk operasi bergantung pada banyak faktor, mulai dari jenis dan ukuran tumor, lokasinya di dalam otak, kecepatan pertumbuhan, hingga kondisi pasien secara keseluruhan.
Pada umumnya, operasi diperlukan saat ukuran tumor cukup besar hingga menyebabkan tekanan pada jaringan otak di sekitarnya. Dengan catatan, tumor tersebut dapat diangkat dengan aman tanpa merusak area kritis dalam otak.
Sebaliknya, operasi bisa ditunda atau bahkan tidak dilakukan sama sekali jika tumornya jinak (tidak bersifat kanker), berukuran kecil, dan tumbuh sangat lambat sehingga tidak menimbulkan gejala berarti. Selain itu, apabila operasi berisiko tinggi menyebabkan gangguan fungsi neurologis atau kognitif, operasi juga biasanya kurang disarankan.
Saat operasi tidak dianjurkan atau terlalu berisiko bagi pasien tumor otak, biasanya dokter akan mempertimbangkan terapi non-bedah. Metode alternatif ini dapat membantu memperlambat pertumbuhan penyakit, mengendalikan pertumbuhan tumor, hingga meningkatkan kualitas hidup pasien.
Radioterapi menggunakan sinar energi tinggi, seperti sinar-X, untuk merusak DNA sel tumor agr sel-sel abnormal tidak mampu tumbuh dan berkembang biak. Dokter akan mengarahkan sinar radiasi secara tepat ke area tumor untuk mengoptimalkan efeknya pada sel kanker, sekaligus membantu mengurangi paparan ke jaringan sehat di sekitarnya.
Karena tidak membutuhkan sayatan maupun pembedahan, radioterapi termasuk salah satu tindakan non-invasif dalam pengobatan kanker. Ia bisa diterapkan sebagai terapi primer saat operasi tidak memungkinkan, maupun sebagai terapi setelah operasi untuk meminimalisir risiko kekambuhan.
Metode satu ini menggunakan obat-obatan khusus yang dirancang untuk menghancurkan sel-sel-tumor, atau mencegah sel tersebut agar tidak tumbuh dan berkembang biak. Obat kemoterapi dapat diberikan dalam bentuk infus intravena, pil, atau implan khusus di dalam otak.
Kemoterapi biasanya diberikan kepada pasien yang mengalami tumor ganas, atau jika operasi tidak bisa mengangkat keseluruhan tumor. Selain itu, metode ini juga biasanya menjadi bagian dari kombinasi pengobatan (multimodality). Misalnya, seorang pasien tumor otak menjalani kemoterapi dan radioterapi sekaligus untuk efek yang lebih kuat.
Pada targeted therapy, dokter akan memberikan obat-obatan khusus yang menargetkan genetik spesifik pada sel tumor. Metode ini mampu bekerja langsung pada jalur pertumbuhan sel tumor, sehingga efeknya lebih fokus pada sel kanker daripada jaringan sehat di sekitarnya. Selain itu, efek sampingnya pun jadi cenderung lebih sedikit.
Umumnya, targeted therapy dianjurkan bagi pasien yang kondisinya tidak memungkinkan untuk menjalani kemoterapi konvensional. Atau jika tumor menunjukkan mutasi spesifik yang responsif terhadap suatu obat, dokter juga mungkin akan menyarankan pengobatan targeted therapy.
Meskipun terdapat kata “surgery” pada namanya, stereotactic radiosurgery (SRS) bukanlah tindakan pembedahan. Jika pasien menjalani SRS, dokter akan mengarahkan banyak sinar radiasi dari berbagai angle ke titik target tumor. Prosedur ini dapat dilakukan dalam satu sesi atau lebih, tergantung pada kondisi pasien.
Karena menargetkan titik tumor dari berbagai angle, SRS pun dinilai memiliki presisi yang cukup tinggi. Hal ini juga sekaligus dapat meminimalisir kerusakan pada jaringan sehat di sekitar tumor. Biasanya, SRS disarankan untuk pasien dengan tumor kecil, tumor yang terletak di area sulit terjangkau, atau sebagai terapi tambahan setelah operasi untuk membunuh sel tumor yang tersisa.
Ternyata, tidak semua tumor otak harus ditangani dengan operasi. Perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi medis telah menghadirkan berbagai alternatif perawatan non-bedah seperti radioterapi hingga stereotactic radiosurgery. Tentunya, pemilihan terapi harus disesuaikan dengan karakteristik tumor dan kondisi pasien secara keseluruhan agar hasilnya optimal.
Karena itu, penanganan tumor otak tidak bisa disamaratakan. Pemeriksaan komprehensif oleh tim medis sangat penting untuk menentukan terapi yang paling aman dan tepat bagi pasien. Anda bisa mendapatkan layanan medis tersebut di RS Kanker Dharmais yang dilengkapi fasilitas lengkap, teknologi medis terkini, dan layanan terintegrasi.
Tak hanya itu, tenaga kesehatan RS Kanker Dharmais juga sangat kompeten dan berpengalaman dalam menangani tumor otak, termasuk dengan pendekatan non-operasi. Jadi, Anda tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk memperoleh pengobatan berkualitas tinggi. Segera jadwalkan konsultasi dan check-up di RS Kanker Dharmais dengan mengunjungi halaman ini!