
Loading...

Perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi medis telah membawa perubahan besar dalam pengobatan kanker. Dulu, penanganan kanker cenderung identik dengan prosedur kompleks dan efek samping berat. Namun, sekarang sudah tersedia berbagai metode yang lebih canggih, aman, dan minim trauma. Salah satunya adalah cryoablation yang memanfaatkan suhu dingin ekstrem. Seperti apa prosedurnya? Temukan jawaban selengkapnya di bawah ini.
Cryoablation adalah teknik pengobatan yang menggunakan suhu sangat rendah untuk memusnahkan sel kanker atau jaringan abnormal lain tanpa perlu operasi besar (minim invasif). Pada prosedur ini, dokter mengarahkan alat bernama cryoprobe ke area tumor, lalu suhu di ujung probe diturunkan drastis agar jaringan target membeku dan sel-sel kanker pun mati. Prosedur cryoablation umumnya melibatkan langkah-langkah berikut:
Pasien menjalani pemeriksaan seperti CTA scan, MRI, atau USG untuk mengidentifikasi lokasi dan ukuran tumor;
Bergantung pada kondisi, pasien akan menerima anestesi lokal, sedasi, atau umum untuk memastikan pasien bebas rasa sakit selama prosedur;
Dokter melakukan sayatan kecil pada kulit pasien untuk memasukkan cryoprobe langsung ke dalam tumor, biasanya dengan bantuan pencitraan real-time seperti USG atau CT scan;
Dokter memastikan posisi probe sudah tepat;
Gas kriogenik dialirkan melalui probe untuk menurunkan suhu jaringan target hingga sangat rendah;
Prosedur biasanya mencakup dua siklus pembekuan, yang masing-masingnya diikuti periode pencairan untuk memastikan sel-sel tumor terpapar suhu rendah ekstrem cukup lama;
Setelah siklus pembekuan selesai, dokter memanaskan probe dan mengeluarkannya perlahan;
Bergantung pada kondisi medis, pasien mungkin akan dipantau di ruang pemulihan, menjalani observasi singkat, atau langsung pulang.
Dalam dunia pengobatan kanker, cryoablation mampu memberikan hasil efektif dengan proses yang lebih lembut bagi tubuh pasien. Manfaat ini tidak terlepas dari berbagai kelebihan yang ditawarkan, yaitu:
Prosedur cryoablation dilakukan melalui tusukan atau sayatan kecil. Melalui sayatan inilah dokter akan memasukkan probe pembeku ke jaringan tumor, sehingga tidak perlu membedah tubuh secara luas seperti pada operasi besar. Karena sayatannya kecil, prosedur ini pun dapat menurunkan risiko infeksi, mengurangi trauma jaringan, dan mengurangi rasa sakit setelah tindakan.
Jika dibandingkan dengan operasi terbuka, cryoablation memiliki durasi prosedur yang relatif lebih cepat dengan masa pemulihan lebih singkat. Prosesnya bahkan bisa selesai dalam waktu kurang dari 60 menit, tergantung dari ukuran dan lokasi tumor. Alhasil, banyak pasien dapat langsung pulang pada hari yang sama atau hanya perlu observasi singkat setelah prosedur.
Dengan memanfaatkan suhu rendah yang ekstrem, cryoablation mampu menghancurkan jaringan tumor secara presisi. Selama prosedur berlangsung, dokter juga biasanya melakukan monitor secara real-time melalui teknologi pencitraan, seperti USG atau CT scan. Dengan kontrol visual terhadap area beku, dokter jadi bisa mempertahankan struktur organ yang penting, menghindari kerusakan jaringan sehat di sekitar tumor, serta mengurangi risiko efek samping dan komplikasi.
Cryoablation memiliki tingkat keberhasilan tinggi dalam menghancurkan tumor lokal, terutama untuk ukuran kecil hingga sedang. Kelebihan ini tidak terlepas dari kontrol presisi pada area pembekuan tumor, sehingga sel kanker bisa dihancurkan secara efisien. Selain itu, prosedur ini juga melibatkan pemantauan real-time. Tim medis jadi bisa memastikan bahwa pembekuan benar-benar mencapai target yang diinginkan.
Cryoablation banyak diterapkan dalam onkologi modern karena dinilai fleksibel dalam menangani beberapa jenis kanker, khususnya jika kondisi pasien tidak memungkinkan untuk menjalani operasi besar. Berikut jenis penyakit kanker yang idealnya dapat ditangani oleh prosedur cryoablation:
Kanker ginjal;
Kanker hati;
Kanker tulang;
Kanker paru-paru;
kanker payudara;
Kanker prostat.
Cryoablation menjadi bukti nyata kemajuan teknologi medis dalam menghadirkan pilihan pengobatan kanker yang semakin presisi dan efektif tanpa mengabaikan kenyamanan pasien. Dengan memanfaatkan suhu rendah ekstrem dan metode minim invasif, prosedur satu ini mampu menghancurkan sel kanker tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.
Meski begitu, keputusan terapi tentu tetap perlu disesuaikan dengan kondisi pasien melalui pemeriksaan medis menyeluruh. Kabar baiknya, pasien di Indonesia tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk memperoleh pengobatan kanker dengan teknologi canggih seperti cryoablation.
Sebagai salah satu pusat kanker nasional, RS Kanker Dharmais telah didukung fasilitas medis lengkap, teknologi terkini, dan tenaga kesehatan yang berpengalaman dalam penanganan kanker secara komprehensif, termasuk prosedur cryoablation. Untuk mengetahui apakah cryoablation merupakan pilihan terapi kanker yang tepat, jadwalkan konsultasi di RS Kanker Dharmais melalui halaman ini.