
Loading...

Akses layanan kanker bagi masyarakat Papua Pegunungan terus diperkuat melalui Program Pengampuan Layanan Prioritas Kementerian Kesehatan. Dalam program ini, RS Kanker Dharmais sebagai Koordinator Pengampu Nasional layanan kanker mendampingi rumah sakit jejaring agar pelayanan kanker di daerah dapat berkembang secara bertahap, lebih cepat, dan sesuai standar.
Direktur Pelayanan Klinis Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, dr. Obrin Parulian, M.Kes, mengatakan bahwa konstitusi mengamanatkan negara untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang setara bagi seluruh masyarakat Indonesia. Pelayanan kesehatan yang setara mencakup akses yang dekat dengan masyarakat, mutu layanan yang baik, serta keterjangkauan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, Program Pengampuan Layanan Prioritas merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat sebelas layanan prioritas nasional dalam rangka mendukung transformasi sistem kesehatan, khususnya pilar kedua yang berfokus pada penguatan layanan rujukan di seluruh Indonesia.
“Transformasi kesehatan dilakukan secara menyeluruh, salah satunya melalui Program Pengampuan Jejaring Layanan Kesehatan. Tujuannya adalah menyediakan layanan rumah sakit yang kompeten sedekat mungkin dengan masyarakat,” kata dr. Obrin dalam Kegiatan Kolaborasi Program Layanan Prioritas serta Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama di Provinsi Papua Pegunungan pada Jumat, 26 Juni 2026.
Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI, Ghotama Airlangga, SKM, MKM, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program nasional penanggulangan penyakit.
“Seluruh masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat di Papua Pegunungan, berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang setara dan berkualitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, dari delapan rumah sakit di kabupaten/kota Provinsi Papua Pegunungan, tujuh rumah sakit akan ditingkatkan kapasitas layanannya dari kelas D menjadi kelas C. Peningkatan ini diharapkan dapat memperkuat akses layanan rujukan di daerah, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya.
Mewakili Koordinator Pengampu Nasional, Direktur Utama RS Kanker Dharmais dr. Eniarti, M.Sc., Sp.KJ., M.M.R., QHIA mengatakan bahwa seluruh rumah sakit pengampu hadir dengan tujuan yang sama, yaitu mengurangi kesenjangan layanan kesehatan antarwilayah sehingga masyarakat memperoleh hak yang sama atas pelayanan kesehatan.
"Kami para Koordinator Nasional Pengampu membuktikan bahwa hati dan komitmen kita berada di ruang yang sama. Kita adalah satu darah, satu keluarga besar Indonesia yang berhak atas layanan kesehatan yang sama berkualitasnya," ujarnya.
Bagi layanan kanker, pengampuan difokuskan pada peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, penguatan sistem rujukan, tata kelola pelayanan, hingga kesiapan sarana dan prasarana agar pasien dapat memperoleh layanan lebih dekat dengan tempat tinggalnya.
Menurutnya, penguatan layanan kanker menjadi kebutuhan yang mendesak mengingat beban penyakit kanker di Indonesia masih tinggi. Berdasarkan data GLOBOCAN 2022, Indonesia mencatat lebih dari 408 ribu kasus kanker baru setiap tahun dengan sekitar 242 ribu kematian. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menghadirkan layanan kanker yang semakin dekat dengan masyarakat.
Papua Pegunungan sendiri memiliki tantangan geografis yang tidak ringan dan menjadi salah satu alasan utama pelaksanaan program pengampuan. Medan yang sulit, jarak antardaerah yang jauh, serta keterbatasan akses menuju layanan spesialistik masih menjadi hambatan yang harus diatasi bersama.
Ia menekankan bahwa RS Kanker Dharmais bersama rumah sakit pengampu lainnya akan melakukan pendampingan secara berkelanjutan kepada delapan rumah sakit jejaring di Papua Pegunungan. Pendampingan meliputi peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, konsultasi kasus, penguatan sistem rujukan, hingga pemetaan kebutuhan layanan melalui visitasi rumah sakit.
"Kami hadir untuk mempercepat peningkatan kapasitas rumah sakit daerah melalui pendampingan oleh rumah sakit pengampu. Memastikan bahwa kemampuan pelayanan dapat meningkat secara bertahap dan berkelanjutan. Harapannya dapat mendekatkan layanan spesialistik kepada masyarakat sehingga tidak harus selalu dirujuk ke luar daerah" tambah dr. Eniarti.
Melalui program ini, diharapkan masyarakat Papua Pegunungan dapat memperoleh pelayanan kanker yang lebih mudah diakses, lebih cepat ditangani, serta memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan tepat waktu tanpa harus melakukan perjalanan jauh ke luar provinsi.
Sementara itu, Gubernur Papua Pegunungan, Dr. (HC) Drs. John Tabo, S.E., M.B.A., menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan atas dukungan dalam pembangunan dan penguatan rumah sakit di Papua Pegunungan. Menurutnya, kehadiran program tersebut menjadi harapan besar bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih layak dan merata.
"Saya sebagai Gubernur mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan karena sudah membangun rumah sakit - rumah sakit di Papua Pegunungan", tuturnya.
John Tabo menegaskan, meskipun Indonesia telah merdeka selama puluhan tahun, masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya merasakan kemerdekaan dalam bidang kesehatan. Karena itu, ia berharap rencana penguatan layanan kesehatan di Papua Pegunungan dapat benar-benar terwujud, terutama mengingat wilayah tersebut masih menghadapi tantangan kemiskinan dan ketertinggalan dibandingkan provinsi pemekaran lainnya.