
Loading...

RS Kanker Dharmais sebagai Pusat Kanker Nasional terus memperkuat perannya dalam meningkatkan pelayanan kanker payudara di Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan City Cancer Challenge (C/Can) dalam program C/Can Horizon untuk menyusun Rencana Aksi Kanker Payudara di Jakarta sebagai langkah implementasi Rencana Aksi Nasional Kanker Payudara (Breast Cancer National Action Plan/BCNAP) 2025–2034.
Dilansir dari citycancerchallenge.org, kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kementerian Kesehatan melalui RS Kanker Dharmais dan C/Can. Program tersebut juga mendapat dukungan dari Roche Indonesia, dengan tujuan memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan dan mendorong pelayanan kanker payudara yang lebih komprehensif, terintegrasi, serta sesuai dengan kebutuhan sistem kesehatan di Jakarta.
Direktur Utama RS Kanker Dharmais, Dr. Eniarti, M.Sc., Sp.KJ., M.M.R., QHIA, mengatakan bahwa kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan sekaligus mendorong pengembangan layanan kanker payudara yang lebih terintegrasi.
“Sebagai Pusat Kanker Nasional, RS Kanker Dharmais memiliki peran strategis dalam menjembatani kebijakan nasional dengan implementasi pelayanan kanker. Melalui kolaborasi dengan C/Can, kami berharap upaya ini dapat memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan, menyelaraskan prioritas, serta mendorong peningkatan layanan kanker payudara yang lebih komprehensif dan terintegrasi,” ujar dr. Eniarti.
Ia berharap kolaborasi tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat di Jakarta, tetapi juga menghasilkan pembelajaran berharga untuk mendukung peningkatan pelayanan kanker payudara di seluruh Indonesia.
Jakarta menjadi kota kedua di Indonesia yang menjalankan pendekatan ini melalui program C/Can Horizon. Sebelumnya, pada 2025, Yogyakarta menjadi kota percontohan pertama di Indonesia yang menerapkan pendekatan berbasis data dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan pelayanan kanker payudara. Pengalaman tersebut menjadi landasan awal bagi pengembangan program di Jakarta.
Melalui C/Can Horizon, Jakarta memanfaatkan hampir satu dekade pengalaman implementasi dan keahlian teknis yang dikembangkan bersama kota-kota inti (Core Cities) C/Can sejak 2017. Pengalaman tersebut dilengkapi dengan perangkat kerja, model dasar, serta pembelajaran praktis yang telah dikembangkan melalui berbagai inisiatif C/Can. Tim di Jakarta selanjutnya akan menyesuaikan pendekatan tersebut dengan kebutuhan dan kondisi sistem kesehatan setempat, sekaligus memberikan pembelajaran baru bagi pengembangan model di kota-kota lain.
Direktur Regional Asia C/Can, Chika Kitajima, menyampaikan bahwa keterlibatan berbagai kota dalam program Horizon dapat memperkuat bukti dan pembelajaran mengenai penerjemahan prioritas nasional menjadi pelayanan kesehatan yang lebih terkoordinasi.
“Yogyakarta telah menunjukkan bahwa arahan nasional dan kepemimpinan daerah dapat berjalan beriringan untuk menghasilkan perubahan. Jakarta menghadirkan skala yang lebih besar serta keterlibatan berbagai institusi dengan karakteristik yang berbeda. Pembelajaran dari Jakarta diharapkan dapat memperkuat model ini untuk diterapkan di kota-kota Indonesia berikutnya,” ujar Chika Kitajima.
Sementara itu, Presiden Direktur Roche Indonesia, Sanaa Sayagh, menilai bahwa inisiatif pelayanan kanker payudara berbasis data dan kolaborasi pemerintah dengan sektor swasta dapat mendukung peningkatan hasil pelayanan bagi pasien. Pendekatan komprehensif dan terkoordinasi yang mengintegrasikan inovasi diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi perempuan Indonesia.
“Inisiatif kanker payudara di Yogyakarta menunjukkan pentingnya kemitraan pemerintah dan swasta yang didorong oleh komitmen untuk meningkatkan hasil pelayanan bagi pasien kanker payudara melalui pendekatan berbasis data dan dipimpin oleh pemerintah daerah. Inisiatif ini menjadi contoh pendekatan pelayanan kanker payudara yang komprehensif dan terkoordinasi dengan mengintegrasikan inovasi,” ujar Sanaa Sayagh.
Menurutnya, Perluasan program ke Jakarta semakin menegaskan bahwa pendekatan ini memiliki landasan yang kuat untuk meningkatkan hasil pelayanan kesehatan bagi setiap perempuan Indonesia
C/Can Horizon di Jakarta
C/Can Horizon mengadaptasi pendekatan implementasi yang telah diterapkan di kota-kota inti C/Can dengan menyesuaikannya terhadap kebutuhan dan kesiapan masing-masing daerah. Di Jakarta, program ini diselaraskan dengan target WHO Global Breast Cancer Initiative (GBCI), termasuk sasaran untuk menurunkan angka kematian akibat kanker payudara sebesar 2,5% setiap tahun. Program ini juga memanfaatkan kerangka kerja global yang dikembangkan melalui inisiatif tersebut.
Dalam pelaksanaannya, institusi di Jakarta akan memimpin proses pengembangan program, sementara C/Can memberikan dukungan berupa pengetahuan implementasi dan keahlian teknis yang dikembangkan melalui jaringan kota-kota mitranya di berbagai negara. Selama enam bulan, para mitra akan menjalankan lima tahapan utama sebagai berikut.
1. Pemetaan Ekosistem Kanker Payudara
Mengidentifikasi institusi dan pemangku kepentingan yang berperan dalam pelayanan kanker payudara di Jakarta.
2. Pembentukan Tata Kelola Program
Membentuk City Executive Committee dan Breast Cancer Working Group yang berfokus pada diagnosis tepat waktu (prompt diagnosis) serta penatalaksanaan kanker payudara secara komprehensif (comprehensive breast cancer management).
3. Analisis Situasi Pelayanan
Menilai kualitas diagnostik, kapasitas tenaga kesehatan, infrastruktur, dan jalur rujukan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan terpilih. Hasilnya akan dituangkan dalam Situation Analysis Report.
4. Penyusunan Rencana Aksi
Melibatkan 40–70 tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan dalam lokakarya selama dua hari untuk menyusun Rencana Aksi Kanker Payudara Jakarta.
5. Persiapan Implementasi Program
Menyusun empat hingga lima konsep proyek yang mencakup tujuan, peta jalan pelaksanaan, dan target hasil sebagai tindak lanjut dari prioritas yang telah disepakati.
Kolaborasi antara Kementerian Kesehatan, RS Kanker Dharmais, C/Can, dan Roche Indonesia mencerminkan komitmen bersama untuk mendorong pelayanan kanker yang berkualitas dan dapat diakses secara merata. Bagi RS Kanker Dharmais, keterlibatan dalam program ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kebijakan nasional, kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan, dan kebutuhan masyarakat.
Melalui pendekatan berbasis data, koordinasi lintas sektor, dan penyusunan prioritas yang terarah, program C/Can Horizon diharapkan dapat mendukung pengembangan pelayanan kanker payudara yang lebih komprehensif dan terintegrasi di Jakarta. Pengalaman serta pembelajaran yang diperoleh dari pelaksanaan program ini juga diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi pengembangan pelayanan kanker payudara di kota dan provinsi lain, sehingga upaya peningkatan kualitas pelayanan kanker dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.