
Loading...

Kanker masih menjadi salah satu tantangan kesehatan yang membutuhkan perhatian bersama. Salah satu langkah penting untuk menghadapinya adalah melakukan pencegahan dan deteksi dini agar kanker dapat ditemukan lebih awal dan ditangani dengan tepat.
Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Kesehatan, Ibu Ida Budi Gunadi Sadikin, mengatakan masih banyak perempuan yang merasa ragu dan cemas untuk melakukan deteksi dini kanker. Kekhawatiran terhadap hasil pemeriksaan sering kali membuat seseorang memilih menunda atau bahkan menghindari pemeriksaan.
“Tentunya kita sangat menyadari sekali, masih banyak keraguan di antara kita kaum perempuan untuk melaksanakan deteksi dini. Ada sebuah kecemasan, kalau-kalau nanti. Jadi, selalu ada kekhawatiran, kalau-kalau nanti datang dengan keadaan yang terlalu parah,” kata Ibu Ida saat menghadiri Webinar “Merdeka untuk Hidup Sehat, Berani Deteksi Dini Kanker” dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI, Rabu (19/8/2026), di RS Kanker Dharmais, Jakarta.
Rasa takut terhadap kanker justru perlu dihadapi dengan pengetahuan dan keberanian untuk melakukan pemeriksaan. Edukasi menjadi penting agar masyarakat memahami bahwa deteksi dini bukan sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan bagian dari upaya menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Ia juga menekankan bahwa kanker payudara merupakan salah satu tantangan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Namun, kanker payudara tidak selalu harus dipandang sebagai sesuatu yang berakhir dengan ketakutan. Semakin dini kanker ditemukan, semakin besar peluang pasien mendapatkan penanganan yang tepat.
“Kita sangat mau tahu, di mana kanker payudara merupakan salah satu tantangan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Semakin dini kanker payudara ditemukan, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan memberikan hasil yang lebih baik,” ujarnya.
Karena itu, Ibu Ida mendorong agar deteksi dini tidak hanya dilakukan pada momentum tertentu. Kemudahan akses pemeriksaan juga perlu terus diperkuat agar perempuan dapat melakukan pemeriksaan secara lebih mudah dan berkelanjutan.
“Saya berharap perempuan Indonesia semakin mendapatkan akses yang memudahkan untuk dilakukannya medical check-up, khususnya deteksi dini, baik itu untuk kanker payudara maupun serviks,” harapnya.
RSK Dharmais Perkuat Upaya Promotif dan Preventif
Upaya penanggulangan kanker tidak hanya dilakukan ketika seseorang telah terdiagnosis. Edukasi, pencegahan, dan deteksi dini menjadi bagian penting untuk mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya. Hal ini terus diperkuat oleh Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSK Dharmais) sebagai rumah sakit rujukan kanker sekaligus pengampu nasional kanker.
Direktur Utama RSK Dharmais, dr. Eniarti, M.Sc., Sp.KJ., MMR., QHIA, mengatakan bahwa peningkatan kesadaran masyarakat perlu berjalan seiring dengan kemudahan akses terhadap layanan deteksi dini. Salah satunya melalui edukasi mengenai pemeriksaan payudara yang dapat dilakukan secara mandiri maupun dengan bantuan tenaga kesehatan.
“Jadi mungkin dari SADARI, kemudian SADANIS dari hal itu, kemudian kita temukan mungkin ada hal yang perlu kita konsultasikan sehingga membutuhkan alat untuk penegakan diagnosis, yaitu USG dan mamografi.”
Menurut dr. Eniarti, pemahaman mengenai deteksi dini perlu terus diperluas, terutama kepada perempuan. Pemeriksaan seperti SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dan SADANIS (Periksa Payudara Klinis) dapat menjadi langkah awal untuk mengenali perubahan pada payudara. Apabila ditemukan kondisi yang perlu diperiksa lebih lanjut, masyarakat dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk menentukan pemeriksaan penunjang yang diperlukan, seperti USG atau mammografi.
Namun, peningkatan kesadaran saja belum cukup. Akses terhadap layanan kesehatan juga menjadi tantangan, khususnya bagi masyarakat yang berada jauh dari pusat pelayanan. Karena itu, RSK Dharmais terus memperkuat perannya melalui jejaring pengampuan kanker di berbagai wilayah Indonesia.
Pengalaman tersebut terlihat dari jangkauan RS Kanker Dharmais dalam menjalankan pengampuan kanker hingga ke berbagai daerah, termasuk wilayah Indonesia Timur dan Papua.
“Agar ibu-ibu dan perempuan Indonesia bisa mendapatkan akses layanan deteksi dini kanker, RS Kanker Dharmais sebagai rumah sakit pengampu sudah keliling sampai Merauke, Sorong, Wamena, dan Papua Pegunungan. Kami ingin bersama-sama memperluas akses tersebut agar perempuan Indonesia, termasuk yang berada di daerah terpencil, bisa mendapatkan layanan deteksi dini kanker,” terangnya.
Upaya memperluas akses layanan kanker tersebut tidak dapat dilakukan sendiri. Menurut dr. Eniarti, kolaborasi antara pemerintah, organisasi perempuan, rumah sakit, dan berbagai mitra menjadi bagian penting dalam menghadirkan layanan kanker yang semakin dekat dengan masyarakat.
“Jadi terima kasih kami juga kepada Bapak Menteri Kesehatan, Dirjen Kesehatan Lanjutan, di mana Rumah Sakit Kanker Dharmais diberikan amanah sebagai pengampu nasional kanker Indonesia.”
Melalui penguatan edukasi, deteksi dini, pelayanan rujukan, dan pengampuan kanker di berbagai daerah, RS Kanker Dharmais terus mengambil bagian dalam upaya pengendalian kanker di Indonesia. Upaya tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa mengenali kondisi kesehatan lebih awal dan tidak menunda pemeriksaan merupakan langkah penting dalam menghadapi kanker.
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsur Pelaksana RS Kanker Dharmais menyelenggarakan rangkaian kegiatan sebagai bentuk implementasi Sapta Program Prioritas Dharma Wanita Persatuan.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 18–20 Agustus 2026 tersebut meliputi webinar kesehatan, layanan deteksi dini kanker secara gratis, bazar fashion dan kuliner, serta program charity.
Pada kegiatan edukasi kesehatan, peserta mendapatkan informasi mengenai pencegahan dan deteksi dini kanker, khususnya kanker payudara dan kanker leher rahim. Materi “Deteksi Dini Kanker Serviks Menyelamatkan Bangsa” disampaikan oleh dr. Veinardi Madjid, Sp.OG(K), sementara materi mengenai “Deteksi Dini Kanker Payudara” disampaikan oleh Dr. dr. Bayu Brahma, Sp.B.Subsp.Onk(K).
Selain mendapatkan edukasi, peserta juga memperoleh akses layanan deteksi dini berupa USG payudara, mammografi, HPV DNA, dan SADANIS, dengan target sebanyak 50 peserta.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, DWP dan RSK Dharmais mendorong peningkatan pengetahuan dan kesadaran perempuan mengenai kanker, sekaligus mengajak masyarakat untuk menjadikan deteksi dini sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.