
Loading...

Kanker merupakan salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia, menurut laporan Cancer Today dari GLOBOCAN yang diterbitkan World Health Organization (WHO) pada 2022. Tercatat ada lebih dari 408.000 kasus baru kanker tiap tahunnya. Kanker pankreas menjadi salah satu jenis kanker yang muncul pada populasi Indonesia dengan jumlah 5.734 kasus baru.
Kanker pankreas dikenal sebagai “silent killer” karena sering kali tidak menunjukkan gejala yang khas pada stadium awal. Akibatnya, banyak pasien baru terdiagnosis saat penyakit sudah mencapai stadium lanjut. Oleh sebab itu, penting untuk mengenali gejala dan cara mendeteksi kanker pankreas agar bisa meningkatkan peluang kesembuhan.
Lokasi pankreas berada jauh di dalam rongga perut, dan akibatnya tumor dapat tumbuh tanpa disadari dalam waktu lama. Kenali gejala kanker pankreas pada tiap tingkatan stadium di bawah ini supaya Anda bisa lebih waspada:
Pada stadium awal kanker pankreas, gejala yang muncul sering kali sangat ringan, tidak khas, atau bahkan bisa tidak ada sama sekali. Meski begitu, ada beberapa gejala umum yang mungkin muncul pada stadium awal melalui pemeriksaan medis, tapi cenderung sering diabaikan. Gejala-gejala ini biasanya meliputi:
Rasa tidak nyaman atau sakit yang samar di perut bagian atas, mirip gangguan pencernaan biasa;
Nafsu makan menurun, rasa cepat kenyang, atau mudah lelah tanpa sebab jelas;
Diabetes baru (mendadak) atau diabetes yang semakin sulit dikontrol.
Ketika sel kanker pankreas tumbuh lebih besar, jaringan atau organ di sekitarnya pun tertekan, sehingga gejalanya jadi lebih jelas. Itulah mengapa pada stadium menengah, kanker biasanya mulai mengganggu fungsi organ lain seperti usus atau saluran empedu. Berikut beberapa gejala umumnya:
Kulit atau bagian putih mata terlihat menguning dan warna urin menjadi gelap;
Terasa nyeri di bagian tengah atau atas perut, yang bisa menjalar hingga punggung;
Mual dan muntah;
Berat badan turun dalam waktu cepat.
Pada stadium akhir, sel kanker biasanya sudah menyebar ke organ lain seperti paru-paru dan hati. Gejala kondisinya pun lebih parah, menyeluruh, dan sering kali mengganggu kualitas hidup secara signifikan. Beberapa gejala kanker pankreas stadium akhir adalah sebagai berikut:
Nyeri perut atau punggung yang menetap (terus-menerus);
Pembengkakan atau akumulasi cairan di perut;
Berat badan dan massa otot menurun drastis;
Gangguan fungsi pada organ lain, seperti gangguan pernapasan atau pembesaran hati.
Untuk mendeteksi gejala kanker pankreas secara lebih akurat, dokter biasanya menggunakan kombinasi pencitraan medis dan tes laboratorium sebagai berikut:
Melalui tes ini, dokter dapat mengetahui kadar CA 19-9 dalam darah. CA 19-9 merupakan zat yang bisa membantu identifikasi perkembangan penyakit kanker pankreas. Namun, tes darah tidak bisa secara langsung memberikan diagnosis. Biasanya, dokter juga akan mengombinasikan tes darah dengan metode diagnostik lain.
CT scan adalah metode pencitraan medis yang memanfaatkan sinar X untuk menghasilkan gambar bagian dalam perut. Cara ini dapat membantu dokter memeriksa struktur pankreas, ukuran dan lokasi tumor, serta apakah tumor menyebar ke organ lain. Pada umumnya dokter melakukan CT scan setelah muncul kecurigaan kanker pankreas berdasarkan gejala atau hasil pemeriksaan awal.
MRI juga termasuk metode pencitraan medis. Namun, MRI menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar organ tubuh dalam kualitas jelas dan detail. Metode ini efektif memberikan gambaran jaringan lunak seperti pankreas, sehingga dokter bisa lebih mudah mendiagnosis penyakit.
Pada prosedur ini, dokter mengambil sepotong kecil sel atau jaringan dari tumor pankreas dengan memakai jarum tipis. Jarum tersebut diarahkan melalui panduan pencitraan, seperti endoskopi atau CT scan. Kemudian, potongan sel atau jaringan akan diperiksa di laboratorium untuk memastikan keberadaan dan jenis kanker pankreas. Hasil biopsi dapat membantu dokter menentukan terapi yang paling tepat untuk pasien.
Kanker pankreas termasuk jenis penyakit yang sulit dideteksi pada tahap awal karena gejalanya sering kali tidak spesifik. Maka dari itu, pemahaman tentang cara mendeteksi sejak dini bisa menjadi langkah penting untuk meningkatkan peluang diagnosis lebih cepat. Kabar baiknya, Anda tidak perlu jauh-jauh berobat ke luar negeri untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan kanker pankreas secara komprehensif.
RS Kanker Dharmais siap memberikan strategi pengobatan yang tepat dengan fasilitas medis lengkap, teknologi diagnostik terkini, dan tim medis berpengalaman. Jadi, jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala-gejala di atas atau ingin memeriksakan diri, segera konsultasi dengan tenaga medis. Klik di sini untuk menjadwalkan konsultasi dan pemeriksaan kanker pankreas di RS Kanker Dharmais