
Loading...

RS Kanker Dharmais mencanangkan Program Net Zero Hospital sebagai langkah memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Pencanangan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan Sertifikat Bangunan Gedung Hijau serta talk show mengenai keberlanjutan lingkungan di sektor kesehatan.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium RS Kanker Dharmais pada Jumat, 25 September 2026, turut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Lingkungan Sedunia yang diperingati setiap 26 September.
Direktur Layanan Operasional RS Kanker Dharmais, dr. Juliana Aritonang, MARS, mengatakan bahwa operasional rumah sakit memiliki konsekuensi terhadap penggunaan sumber daya dan lingkungan. Hal tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya penerapan prinsip keberlanjutan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan.
“Rumah sakit adalah tempat yang tidak pernah berhenti bekerja, dan di balik pelayanan yang kita berikan selama dua puluh empat jam, ada energi, air, dan limbah yang kita hasilkan setiap hari.” ungkapnya.
Menurut Juliana, upaya menjaga keberlanjutan lingkungan juga berkaitan dengan tanggung jawab rumah sakit terhadap masyarakat. Aktivitas pelayanan kesehatan perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga kualitas lingkungan.
“Kualitas lingkungan tempat masyarakat hidup turut memengaruhi derajat kesehatan mereka, sehingga sebagai institusi yang memberikan layanan kesehata kepada masyarakat, kita bertanggung jawab agar pelayanan kita tidak turut memperburuk kondisi lingkungan.” jelas Juliana.
Komitmen tersebut telah dibangun RS Kanker Dharmais melalui berbagai upaya yang dilakukan secara bertahap. Salah satunya diwujudkan melalui pengembangan fasilitas yang memperhatikan aspek lingkungan, termasuk proses pembangunan gedung yang mencakup perencanaan, konstruksi, hingga pemanfaatan.
Dalam kegiatan tersebut, RS Kanker Dharmais juga menerima penyerahan Sertifikat Bangunan Gedung Hijau sebagai bagian dari capaian penerapan prinsip bangunan hijau pada infrastruktur rumah sakit.
Bagi RS Kanker Dharmais, pencanangan Net Zero Hospital juga menjadi bagian dari penguatan peran sebagai Pusat Kanker Nasional. Program tersebut diarahkan tidak hanya untuk mendukung kualitas pelayanan, tetapi juga mendorong penerapan praktik keberlanjutan di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan.
“Sebagai Pusat Kanker Nasional, RS Kanker Dharmais berkomitmen untuk tidak hanya memberikan pelayanan kanker yang bermutu, tetapi juga menjadi rujukan dalam praktik keberlanjutan lingkungan bagi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain di Indonesia, melalui Program Net Zero Hospital yang kita canangkan hari ini.” katanya.
Program Net Zero Hospital mencakup upaya pengurangan emisi dari berbagai aktivitas rumah sakit, termasuk operasional, penggunaan energi, serta rantai pasok yang mendukung pelayanan. Implementasinya membutuhkan keterlibatan lintas unit dan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu bagian.
“Perjalanan ini tidak akan singkat dan tidak mungkin ditempuh oleh satu unit kerja saja.” ujar Juliana.
Memperkuat Green Hospital Menuju Net Zero Hospital
Kepala Instalasi Kesehatan Lingkungan dan K3RS, Wisnu Handoyo, ST, MM, menekankan bahwa pencanangan tersebut merupakan bagian dari proses jangka panjang yang membutuhkan kesinambungan program dan kolaborasi berbagai pihak.
“Pencanangan Net Zero Hospital pada hari ini bukanlah sebuah titik akhir, melainkan merupakan awal dari perjalanan panjang dan komitmen bersama.” jelasnya.
Menurut Wisnu, implementasi komitmen tersebut membutuhkan sinergi antara rumah sakit, pemerintah, mitra pembangunan, akademisi, organisasi internasional, tenaga kesehatan, tenaga nonkesehatan, serta pemangku kepentingan lainnya.
Penerapan prinsip keberlanjutan selanjutnya diarahkan untuk mencakup lebih banyak aspek dalam pengelolaan rumah sakit, mulai dari penggunaan energi dan air, pengelolaan limbah, kualitas lingkungan dalam ruang, hingga perilaku pengguna bangunan.
Di tingkat internal, RS Kanker Dharmais telah mengimbau kepada seluruh civitas rumah sakit mengambil peran melalui kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan dalam aktivitas sehari-hari.
“Kami mengajak seluruh civitas rumah sakit untuk berperan aktif sesuai porsinya masing-masing, mulai dari langkah sederhana seperti mematikan peralatan yang tidak digunakan, memilah sampah, hingga menggunakan air secara bijak.” tuturnya.
Melalui Program Net Zero Hospital, RS Kanker Dharmais berharap komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dapat diterapkan secara konsisten dan melibatkan seluruh unsur rumah sakit bersama para mitra dan pemangku kepentingan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan talk show yang menghadirkan Yanu Aryani, Project Manager Program Green Affordable Housing, Global Buildings Performance Network (GBPN), dan Itsnaeni Abbas, National Consultant for Health and Environment, World Health Organization (WHO) Indonesia sebagai narasumber.
Diskusi membahas tantangan dan peluang dalam transformasi fasilitas pelayanan kesehatan menuju bangunan dan operasional yang lebih rendah karbon. Forum ini juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan mengenai langkah-langkah yang dapat diterapkan untuk menciptakan lingkungan rumah sakit yang sehat bagi pasien, tenaga kerja, dan lingkungan.
Beberapa langkah tersebut menjadi bagian dari perjalanan RS Kanker Dharmais dalam mengembangkan Green Hospital menuju Net Zero Hospital, sekaligus mendukung penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan.