
Loading...

Kemajuan teknologi medis telah membawa harapan besar bagi kesembuhan pasien kanker darah. Kini, telah hadir berbagai terapi modern yang mampu meningkatkan peluang kesembuhan dan kualitas hidup pasien. Namun, harapan tersebut dapat berubah menjadi risiko serius jika gejala penyakit dibiarkan tanpa penanganan tepat. Oleh sebab itu, kita perlu memahami gejala-gejala kanker darah agar pengobatan bisa dilakukan sedini mungkin.
Sel darah yang abnormal kemudian menyebabkan gangguan dalam sistem kekebalan tubuh, transportasi oksigen, sampai kemampuan pembekuan darah. Kondisi tersebut dapat Anda kenali melalui berbagai gejala berikut:
Saat bintik-bintik merah muncul pada permukaan kulit, banyak orang menganggapnya sebagai ruam ringan. Namun, jika kondisi tersebut muncul tanpa sebab yang jelas, apalagi jika disertai memar lain, bisa jadi ia menandakan gangguan pada produksi sel darah. Bintik-bintik ini muncul akibat pembuluh darah kecil di bawah kulit pecah akibat rendahnya jumlah trombosit, yakni sel darah yang berperan dalam proses pembekuan.
Banyak pasien kanker darah mengeluhkan rasa lelah dan meriang yang tidak kunjung hilang walaupun sudah cukup istirahat. Kelelahan panjang biasanya disebabkan oleh anemia, sel darah merah yang mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh.
Sementara itu, kondisi meriang kemungkinan menjadi tanda bahwa tubuh mengalami infeksi akibat sel darah putih yang abnormal, sehingga fungsi sistem imun pun terganggu. Biasanya, gejala lelah dan meriang juga disertai dengan keringat malam tanpa penyebab jelas.
Saat jumlah trombosit menurun drastis, otomatis kemampuan darah untuk membeku juga terganggu. Akibatnya, penderita kanker darah bisa mengalami pendarahan yang lama dari luka kecil, memar besar tanpa cedera jelas, hingga lebih sering mimisan atau mengalami gusi berdarah. Kondisi ini menandakan perdarahan abnormal yang butuh pemeriksaan medis secepatnya.
Waspadai pembengkakan kelenjar getah bening, khususnya di area ketiak, leher, dan selangkangan. Pembengkakan ini umumnya tidak terasa nyeri dan bukan akibat infeksi biasa, tapi karena sel kanker berkumpul dan berkembang dalam kelenjar getah bening. Gejala ini biasanya paling sering ditemukan pada kasus limfoma.
Ketika sel kanker darah berkembang di dalam sumsum tulang, rongga tulang akan tertekan sehingga menyebabkan rasa nyeri pada tulang belakang, panggul, atau rusuk. Jadi, jika Anda merasa nyeri terus-menerus, tidak berhubungan dengan aktivitas fisik biasa, atau intensitasnya meningkat, sebaiknya segera periksakan diri ke tenaga medis.
Sariawan yang tidak kunjung sembuh, infeksi saluran pernapasan sering kambuh, atau infeksi kulit yang berulang bisa muncul karena kanker darah. Kondisi ini disebabkan sel darah putih yang abnormal, sehingga tidak mampu melawan infeksi secara efektif. Akibatnya, tubuh jadi lebih rentan terhadap infeksi.
Untuk mendeteksi kanker darah, dokter akan melakukan wawancara media (anamnesis) untuk menanyakan gejala yang dirasakan, durasi gejala, hingga riwayat kesehatan. Selain itu, Anda juga akan menjalani pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda yang terlihat, seperti bintik merah pada kulit.
Kemudian, sebagai langkah awal deteksi kanker darah, biasanya dokter akan melakukan tes darah. Tujuannya adalah mengukur jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Di samping tes darah, dokter mungkin juga akan mengambil sampel jaringan sumsum tulang untuk memastikan adanya sel kanker dan menentukan jenis kanker darah.
Ada berbagai jenis pengobatan yang umumnya dilakukan untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker, memulihkan fungsi normal darah dan sumsum tulang, serta mengurangi risiko komplikasi, yaitu:
Kemoterapi: Pemberian obat-obatan melalui suntikan, infus, atau tablet untuk menyerang sel-sel kanker agar tidak berkembang;
Targeted therapy: Menyerang komponen spesifik dalam sel kanker sehingga dapat meminimalisir kerusakan pada jaringan sehat di sekitarnya;
Radioterapi: Penggunaan sinar energi tinggi untuk menghancurkan sel kanker;
Transplantasi sumsum tulang: Mengganti sumsum tulang yang sakit dengan sumsum tulang sehat setelah terapi radiasi atau kemoterapi dosis tinggi.
Kanker darah adalah penyakit serius yang bisa memengaruhi sistem kekebalan tubuh hingga pembekuan darah. Agar gejalanya tetap terkendali, deteksi dini dan ketepatan diagnosis menjadi kunci utama.
Oleh sebab itu, jangan abaikan perubahan pada tubuh jika Anda mengalami gejala-gejala di atas. Segera lakukan pemeriksaan medis di fasilitas kesehatan yang dilengkapi teknologi diagnostik dan terapi terkini, seperti RS Kanker Dharmais.
Sebagai rumah sakit rujukan nasional kanker, RS Kanker Dharmais juga didukung spesialis onkologi berpengalaman. Pasien pun tak perlu lagi mencari pengobatan ke luar negeri untuk mendapatkan penanganan kanker darah secara menyeluruh. Untuk menjadwalkan konsultasi dan medical check-up di RS Kanker Dharmais, daftar online di sini.