
Loading...

Setiap tahunnya, ribuan orang di Indonesia menerima diagnosis kanker otak. Menurut laporan Cancer Today dari GLOBOCAN yang diterbitkan World Health Organization (WHO), tercatat ada 5.738 kasus kanker otak baru pada 2022.
Kanker otak merupakan ancaman berat bagi kesehatan karena dapat mengganggu memori, gerak, bicara, dan emosi. Dampaknya, quality of life pasien pun bisa menurun secara signifikan. Oleh sebab itu, pengetahuan tentang gejala awal kanker otak pun penting untuk deteksi dini dan penanganan yang lebih efektif.
Mengingat bahwa otak mengatur hampir seluruh fungsi tubuh, penyakit kanker pun dapat memicu gangguan kesehatan pada organ lain. Kenali tanda-tanda awal kanker otak berikut agar penanganan medis bisa dilakukan lebih cepat.
Sakit kepala terus-menerus, terasa semakin berat, atau mempunyai pola tidak biasa bisa menjadi salah satu tanda awal kanker otak. Biasanya, rasa sakit tersebut terasa lebih intens pada pagi hari setelah bangun tidur, saat mengejan, atau batuk.
Kondisi ini dapat terjadi akibat tumor yang menekan jaringan otak sehingga meningkatkan tekanan dalam tengkorak. Umumnya, sakit kepala hebat akibat kanker otak juga dibarengi dengan gejala lain, seperti gangguan pada penglihatan.
Pada penderita kanker otak, kejang yang dialami tidak selamanya berupa kelojotan. Kejang dapat berupa sentakan di bagian tubuh tertentu, kontraksi otot tak terkendali pada sebagian atau seluruh tubuh, sensasi kaku pada salah satu bagian wajah, hingga kehilangan kesadaran sesaat. Bahkan pada beberapa kasus, kejang akibat kanker otak juga bisa ditandai dengan gangguan penglihatan, pendengaran, atau penciuman.
Tumor otak berkembang pada salah satu lobus otak, yakni lobus temporal atau frontal. Lobus temporal bertugas memahami apa yang disampaikan orang lain kepada Anda, sedangkan lobus frontal berperan penting dalam mengendalikan gerakan dan produksi bahasa.
Ketika area otak tersebut terkena tumor atau kanker, Anda pun akan sulit bergerak, berbicara, maupun memahami perkataan orang lain. Kondisi ini biasanya ditandai dengan bicara terbata-bata, gagap, melantur, otot melemah, hingga sulit berjalan atau menjaga keseimbangan.
Jika sel kanker terletak di dekat saraf penglihatan, beberapa gejala yang mungkin muncul adalah penglihatan buram atau ganda, kesulitan melihat di salah satu sisi, atau penglihatan menurun secara bertahap. Selain indera penglihatan, kanker otak juga bisa memicu penurunan indera pendengaran akibat gangguan saraf atau sensasi aneh lain pada indera pengecap, seperti bau atau rasa yang tidak jelas.
Otak tidak hanya mengatur kemampuan komunikasi seseorang, tapi juga emosi, perilaku, dan kognisi. Ketika otak terserang kanker, aspek psikologis pun bisa ikut terdampak. Beberapa gejala yang sering muncul adalah mood-swing atau perubahan suasana hati, penurunan memori dan konsentrasi, perubahan cara berpikir, serta tingkah laku yang tidak biasa. Biasanya, orang di sekitar pasien yang lebih dulu menyadari perubahan tersebut.
Pada kasus kanker otak tingkat lanjut atau progresif, tingginya tekanan tumor dalam tengkorak bisa menyebabkan pasien hilang kesadaran. Anda mungkin akan pingsan singkat atau mengalami kondisi yang lebih parah. Gejala satu ini memerlukan penanganan medis secepatnya karena berisiko membahayakan nyawa.
Untuk mendeteksi kanker otak, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menilai fungsi saraf pusat dengan melihat refleks tubuh, penglihatan dan pendengaran, kekuatan otot, keseimbangan dan koordinasi, sensitivitas sensorik, hingga kemampuan kognitif sederhana. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter mungkin akan melakukan tes penunjang untuk memantapkan diagnosis. Berikut beberapa jenis tes yang umum dilakukan:
MRI: Prosedur medis untuk menghasilkan gambaran otak yang detail dengan menggunakan medan magnet dan gelombang radio;
CT scan: Memanfaatkan sinar X untuk menghasilkan gambaran otak, biasanya dilakukan jika pasien tidak dapat menjalani MRI atau MRI tidak tersedia;
PET scan: Berfungsi menunjukkan aktivitas metabolik dalam otak, membantu mengidentifikasi seberapa agresif persebaran tumor;
Biopsi: Pengambilan sampel jaringan otak untuk mengevaluasi jenis dan stadium kanker, sehingga bisa ditentukan pengobatan yang tepat.
Diagnosis kanker otak yang akurat memerlukan pengenalan gejala awal, pemeriksaan neurologis, hingga pemeriksaan lanjutan seperti MRI dan PET scan secara menyeluruh. Semakin dini kanker terdeteksi, akan semakin besar pula peluang pengobatan dan kesembuhan pasien.
Layanan medis komprehensif untuk kanker otak bisa Anda dapatkan di RS Kanker Dharmais. Didukung oleh tenaga kesehatan yang mumpuni, teknologi diagnostik, dan fasilitas lengkap, RS Kanker Dharmais siap memberikan layanan pemeriksaan dan terapi kanker otak yang dapat diandalkan. Jadi, tak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk mencari pengobatan berkualitas tinggi. Segera jadwalkan konsultasi dan medical check-up di RS Kanker Dharmais dengan klik di sini.