
Loading...

Kanker serviks merupakan jenis kanker nomor dua yang paling banyak diderita perempuan di Indonesia. Sepanjang 2022, tercatat ada 36.964 kasus kanker serviks dalam skala nasional. Angka ini diambil dari hasil survei Global Cancer Observatory - GLOBOCAN, yang dirilis oleh World Health Organization (WHO) pada 2022.
Sayangnya, banyak perempuan baru menyadari penyakit ini saat sudah memasuki stadium lanjut. Padahal, kanker serviks pada tahap awal bisa dikenali melalui gejala-gejala tertentu. Oleh sebab itu, penting bagi perempuan untuk mengenali tanda-tanda awal kanker serviks. Langkah ini dapat mencegah berkembangnya penyakit sekaligus meningkatkan peluang kesembuhan.
Kanker serviks berkembang dari infeksi Human Papillomavirus (HPV). Gejala awal biasanya mulai muncul saat sel kanker tumbuh dan mengganggu jaringan serviks maupun organ di sekitarnya. Dengan mengenali tanda-tanda berikut, Anda bisa meningkatkan peluang deteksi dini dan pemeriksaan medis lebih cepat.
Pendarahan vagina yang tidak normal merupakan salah satu gejala paling umum kanker serviks, terutama jika terjadi di luar siklus menstruasi. Darah yang muncul bisa dalam jumlah sedikit maupun banyak, dan sering kali tanpa penyebab jelas.
Namun, sebetulnya pendarahan bisa muncul akibat tumor pada serviks yang membuat pembuluh darah abnormal jadi rapuh, sehingga mudah berdarah ketika terjadi tekanan atau gesekan. Sayangnya, gejala ini sering dikira sebagai efek samping hormon atau gangguan menstruasi.
Normalnya, lendir vagina berwarna bening atau putih dan tidak berbau kuat. Namun, jika lendir yang keluar lebih banyak dan berwarna pucat, merah muda, atau kecokelatan, Anda perlu waspada. Kondisi ini bisa menjadi tanda awal kanker serviks, terlebih jika lendir vagina berbau tidak sedap, lebih cair, atau lengket tanpa alasan jelas.
Apabila Anda merasa nyeri saat berhubungan seksual, ada baiknya untuk mewaspadai kemungkinan kanker serviks. Biasanya, area serviks atau panggul akan terasa berat, tajam, atau nyeri tumpul saat atau setelah berhubungan seksual. Sensasi ini bisa muncul akibat sel kanker yang mengganggu jaringan sensitif di sekitar serviks, sehingga kontak fisik di area tersebut menjadi nyeri dan tidak nyaman.
Kalau seseorang lebih sering buang air kecil daripada biasanya, kemungkinan kanker serviks sudah mulai memengaruhi kandung kemih atau saluran kemih. Selain itu, beberapa perempuan mungkin juga merasakan nyeri, sensasi “penuh”, atau tekanan di area pelvis saat ingin buang air kecil. Jika Anda mengalami gejala tersebut tanpa penyebab infeksi saluran kemih yang jelas, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan medis.
Saat kanker berkembang dan mulai memberi beban lebih besar pada tubuh, penderitanya akan cenderung merasa lelah berlebihan. Kelelahan tersebut juga tidak kunjung hilang walaupun sudah cukup makan. Biasanya, gejala ini disertai dengan hilangnya nafsu makan. Kondisi tersebut bisa terjadi karena kanker bisa mengganggu metabolisme dan penyerapan nutrisi tubuh. Dampaknya, penderita akan merasa kurang bertenaga, cepat letih, dan tidak punya keinginan untuk makan.
Deteksi dini merupakan langkah penting untuk mencegah kanker serviks berkembang menjadi stadium lanjut. Maka dari itu, perempuan sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan skrining secara rutin. Salah satunya adalah pap smear, yakni pengambilan sampel sel dari leher rahim. Sampel sel akan diperiksa di laboratorium untuk mengamati ada atau tidaknya perubahan sel bersifat kanker, sehingga bisa segera diambil tindakan medis yang sesuai.
Selain pap smear, cara lain mendeteksi kanker serviks adalah tes HPV. Melalui tes ini, dokter dapat mendeteksi keberadaan DNA virus HPV yang kerap menjadi penyebab utama kanker serviks. Opsi lainnya adalah Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). Caranya adalah dengan mengoleskan larutan asam asetat pada serviks dan mengamati perubahan warna yang muncul. Jika ada sel-sel kanker pada leher rahim, biasanya akan muncul bercak putih setelah kurang-lebih 60 detik.
Kanker serviks termasuk penyakit yang dapat berkembang perlahan dan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Oleh sebab itu, deteksi dini melalui skrining rutin seperti pap smear, tes HPV, dan IVA menjadi penting untuk mencegah sel kanker berkembang. Dengan begini, pasien jadi punya peluang lebih besar untuk sembuh.
Anda bisa melakukan pemeriksaan rutin tersebut di RS Kanker Dharmais yang menyediakan layanan skrining dan pengobatan kanker komprehensif. Ditambah dukungan dokter spesialis berpengalaman dan fasilitas modern, RS Kanker Dharmais siap mendampingi setiap langkah medis Anda. Jadi, Anda pun tak perlu jauh-jauh mencari pengobatan ke luar negeri. Segera jadwalkan medical check-up di RS Kanker Dharmais untuk melindungi kesehatan serviks Anda sejak dini!