
Loading...

Kanker hati merupakan salah satu jenis kanker dengan kasus terbanyak di Indonesia. Menurut laporan Cancer Today dari GLOBOCON 2022, kasus kanker hati di dalam negeri mencapai 23.805. Angka tersebut menyumbang sekitar 5,8% dari total kasus kanker baru dalam setahun. Tingginya angka tersebut tidak terlepas dari sulitnya deteksi dini terhadap kanker hati. Penyakit satu ini kerap dijuluki sebagai silent killer karena minimnya gejala di stadium awal.
Salah satu alasan utama kanker hati sering terlambat terdiagnosis adalah kurangnya gejala yang langsung terlihat pada tahap awal. Sel kanker di organ hati cenderung tumbuh sangat kecil, sehingga lebih mudah tersembunyi di balik tulang rusuk kanan. Saat ada gejala muncul pun, sering kali gejala tersebut sangat umum dan mudah disalahartikan sebagai sakit ringan, seperti kelelahan atau gangguan pencernaan.
Banyak pasien kanker hati stadium awal tidak menyadari adanya gangguan serius dalam tubuh. Meski begitu, tetap ada sejumlah gejala yang perlu diwaspadai, khususnya jika tidak kunjung membaik atau terjadi secara berkelanjutan, yaitu:
Salah satu fungsi hati adalah memproses bilirubin, pigmen berwarna kuning yang terbentuk ketika sel merah tua dipecah. Saat tumbuh sel kanker pada hati, kerja hati akan terganggu, sehingga bilirubin menumpuk dalam darah dan jaringan tubuh. Kondisi ini menyebabkan kulit dan bola mata jadi menguning (jaundice).
Waspadai perut membengkak karena bisa menjadi salah satu gejala kanker hati. Pembengkakan tersebut biasanya disebabkan oleh kumpulan cairan dalam rongga perut. Saat seseorang mengalami kanker hati, kemampuan hati dalam menyeimbangkan cairan jadi terganggu, sehingga cairan lebih banyak terkumpul. Akibatnya, perut jadi tampak lebih besar dari biasanya atau terasa penuh.
Meski identik dengan flu atau stres, kanker hati juga bisa menghilangkan nafsu makan. Sebab, sel kanker dapat memengaruhi fungsi normal organ hati, termasuk untuk metabolisme dan produksi hormon yang berkaitan dengan rasa lapas. Ketika organ bengkak, lambung jadi tertekan hingga memicu rasa tidak nyaman dan mengurangi keinginan makan.
Pengidap kanker hati biasanya juga rentan merasa gatal di kulit. Kondisi ini muncul akibat fungsi hati yang terganggu. Zat yang seharusnya menjalani proses metabolisme di dalam hati, justru menumpuk dalam aliran darah. Penumpukan berbagai zat, termasuk garam empedu, menyebabkan gatal yang cukup intens di berbagai bagian tubuh.
Untuk membantu mendiagnosis kanker hati pada tahap lebih awal, perlu adanya deteksi dini melalui pemeriksaan yang tepat. Berikut beberapa jenis pemeriksaan yang biasanya dilakukan untuk mendeteksi kanker hati:
Tes darah: Mendeteksi carcinoembryonic antigen (CEA), protein yang dihasilkan oleh sel-sel kanker, serta kadar Alpha-fetoprotein (AFP), senyawa yang biasa ditemukan pada kasus kanker;
CT scan: Metode pencitraan tiga dimensi untuk memeriksa struktur hati;
MRI: Metode pencitraan dengan gelombang radio yang mampu memberikan gambaran lebih detail terhadap kondisi hati;
Biopsi: Pengambilan sampel jaringan hati untuk diamati lebih lanjut menggunakan mikroskop.
Apabila seseorang positif didiagnosis kanker hati, biasanya dokter akan merancang strategi pengobatan sesuai stadium kanker, kondisi fungsi hati, kesehatan umum pasien, dan ada atau tidaknya komorbiditas lain. Pada umumnya, pengobatan dilakukan dengan beberapa cara berikut:
Hepatektomi parsial: Pengangkatan bagian hati yang terdampak kanker, biasanya dilakukan saat tumor berukuran kecil atau masih dalam stadium awal;
Transplantasi hati: Mengganti seluruh hati pasien dengan hati dari pendonor yang sehat, idealnya cocok untuk kasus kanker hati yang tidak menyebar ke organ lain;
Terapi ablasi: Penghancuran tumor tanpa operasi besar dengan memanfaatkan suhu dingin, panas, atau suntikan alkohol (etanol);
Terapi target: Pemberian obat-obatan khusus untuk menghambat pertumbuhan tumor dalam hati;
Terapi radiasi: Prosedur membunuh sel kanker dengan memanfatkan sinar energi tinggi;
Kemoterapi: Pemberian obat-obatan dengan menyuntikkannya ke pembuluh darah pasien (intravena atau IV).
Kanker hati merupakan penyakit serius yang sayangnya sering kali terlambat terdiagnosis. Situasi ini terjadi karena gejala penyakit yang tidak selalu jelas pada tahap awal. Padahal, peluang kesuksesan pengobatan sangat dipengaruhi oleh seberapa cepat kanker terdeteksi dan ditangani.
Kabar baiknya, Anda bisa mendapatkan layanan deteksi dan pengobatan kanker hati secara menyeluruh tanpa ke luar negeri. RS Kanker Dharmais memiliki metode diagnostik yang mutakhir, teknologi medis terkini, dan tenaga kesehatan yang berpengalaman dalam menangani kanker hati.
Jadi, jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala medis yang mencurigakan, atau ingin memeriksakan kesehatan hati secara menyeluruh. segera lakukan konsultasi medis di RS Kanker Dharmais. Jadwalkan sekarang juga dengan klik tautan ini.