
Loading...

Kata “tumor” sering kali memicu rasa khawatir dan takut. Hal ini wajar karena banyak orang menganggap bahwa tumor sama dengan kanker. Nyatanya, tidak semua tumor bersifat ganas atau identik dengan penyakit tersebut.
Dalam dunia medis, tumor terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu tumor jinak dan ganas. Masing-masing jenis tumor memiliki sifat, risiko dan penanganan yang berbeda. Dengan memahami perbedaan keduanya, pasien dan keluarga bisa lebih tenang dalam menentukan perawatan medis yang sesuai.
Tumor adalah pertumbuhan sel yang tidak normal akibat gangguan mekanisme sel. Namun, tidak semua tumor bersifat sama. Ada tumor yang dikelompokkan sebagai tumor jinak (benign) dan ganas (malignant). Perbedaan keduanya dapat dilihat dari cara tumbuh, kemampuan menyebar, hingga dampaknya terhadap tubuh. Itulah mengapa penanganan tumor harus disesuaikan dengan jenisnya.
Tumor jinak umumnya tumbuh secara lambat. Pertumbuhannya masih menyerupai sel normal dengan pola yang relatif teratur, sehingga tidak cepat berkembang di luar kendali. Pada banyak pasien, ukuran tumor jinak bisa stabil selama bertahun-tahun dan bahkan tidak bertambah besar sama sekali. Hal ini tidak terlepas dari sifat biologis tumor jinak yang memiliki tingkat pembelahan sel cenderung rendah.
Hal tersebut tentu berbeda dari tumor ganas yang tumbuh cepat, agresif, dan tidak terkendali. Ia berkembang menjadi sel-sel kanker yang tidak mampu mengatur siklus hidup, sehingga terus-menerus membelah diri tanpa henti. Akibatnya, ukuran tumor dapat bertambah drastis dalam hitungan minggu atau bulan.
Tumor jinak tidak punya kemampuan menyebar (non-metastasis). Sel-selnya tetap bertahan di lokasi asal, sehingga tidak akan menembus pembuluh darah maupun sistem limfatik. Sifat ini juga membuatnya tidak mampu menembus organ lain.
Sebaliknya, tumor ganas memiliki kemampuan metastasis. Biasanya, proses ini mulai terjadi saat sel tumor menembus jaringan sekitarnya, lalu masuk ke pembuluh darah atau sistem limfatik. Ia kemudian tumbuh dan menetap di organ lain. Metastasis inilah yang kerap menyebabkan kanker sulit disembuhkan.
Pada umumnya, tumor jinak memiliki bentuk yang lebih teratur dengan batas jelas dan tegas. Ia sering kali dilapisi oleh kapsul jaringan fibrosa, yang membuat tumor lebih mudah dibedakan dari jaringan sehat di sekitarnya.
Sementara itu, bentuk tumor ganas cenderung tidak beraturan. Batasnya kabur dan tidak teratur, membuatnya sulit dibedakan dari jaringan yang sehat. Biasanya, tumor ganas terlihat seperti “menjalar” ke jaringan sekitarnya. Bentuk ini menandakan sifat tumor ganas yang destruktif dan invasif.
Tumor jinak tumbuh dengan menekan jaringan di sekitarnya, tapi tidak menyerangnya secara langsung. Meski begitu, ia tetap bisa menimbulkan gangguan. Bentuk gangguannya bergantung pada lokasi tumor. Sebagai contoh, tumor jinak di otak bisa menyebabkan gangguan penglihatan atau kejang.
Di sisi lain, tumor ganas menyerang dan menghancurkan jaringan sehat secara aktif. Sel- sel kanker bisa tumbuh di antara sel normal, saraf, hingga pembuluh darah. Dampaknya, penderita kemungkinan akan mengalami gangguan fungsi organ, perdarahan, nyeri kronis, kelelahan ekstrem, dan penurunan berat badan.
Jika tumor jinak dipastikan tidak menimbulkan gejala maupun risiko signifikan, dokter biasanya akan melakukan pemantauan rutin. Namun, apabila tumor tumbuh besar atau mengganggu fungsi organ, operasi pengangkatan akan dilakukan. Setelah itu, pasien biasanya tidak perlu melakukan terapi tambahan seperti kemoterapi.
Sedangkan pada tumor ganas, pengobatannya mengombinasikan beberapa metode (multimodal). Beberapa di antaranya meliputi operasi, radioterapi, kemoterapi, dan terapi target. Tujuan pengobatan tidak hanya untuk membasmi tumor, tapi juga mencegah penyebaran dan kekambuhan.
Tumor jinak biasanya tumbuh lambat, tidak menyebar, dan sering kali cukup ditangani dengan pemantauan atau operasi. Di sisi lain, tumor ganas bersifat agresif dan bisa merusak jaringan serta organ di sekitarnya, sehingga butuh penanganan yang lebih menyeluruh.
Perbedaan tersebut tidak selalu bisa dideteksi hanya dari gejala awal. Perlu adanya pemeriksaan medis akurat untuk mengidentifikasi jenis tumor dan strategi pengobatan yang sesuai. Anda bisa mendapatkan layanan ini di RS Kanker Dharmais, yang menjadi salah satu rumah sakit rujukan nasional kanker.
Didukung tenaga kesehatan multidisiplin yang berpengalaman, fasilitas lengkap, dan teknologi diagnostik terkini, RS Kanker Dharmais mampu menangani berbagai jenis tumor, baik jinak maupun ganas. Anda pun tak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk mendapatkan perawatan medis yang optimal. Langsung saja klik di sini untuk menjadwalkan medical check-up di RS Kanker Dharmais.