
Loading...

Rumah Sakit Kanker Dharmais memperingati Global Handwashing Day 2026 melalui kegiatan edukasi dan demonstrasi kebersihan tangan bertema “Be a Handwashing Hero” di Lapangan Upacara RSK Dharmais, Kamis (15/10). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran civitas hospitalia, pasien, keluarga pasien, dan pengunjung tentang pentingnya mencuci tangan dengan benar sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan pasien dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.
Direktur Utama RS Kanker Dharmais, dr. Eniarti, M.Sc., Sp.KJ., M.M.R., QHIA, menyampaikan bahwa kebersihan tangan merupakan langkah sederhana yang berdampak besar terhadap keselamatan diri sendiri, keluarga, tenaga kesehatan, dan pasien. Oleh karena itu, kepatuhan menerapkan kebersihan tangan perlu menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar dilakukan dalam kegiatan peringatan tertentu.
“Cuci tangan yang benar itu untuk diri kita dulu. Bagaimana kita menyelamatkan diri kita, kemudian menyelamatkan lingkungan kecil kita, yaitu keluarga kita, kemudian tentunya lingkungan kita di mana kita berada,” ujarnya.
Menurut dr. Eniarti, edukasi dan pengingat mengenai kebersihan tangan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Kebiasaan ini tidak hanya penting bagi tenaga kesehatan yang berinteraksi langsung dengan pasien, tetapi juga bagi seluruh petugas dan masyarakat yang berada di lingkungan rumah sakit.
Ia juga mengajak seluruh civitas hospitalia, pasien, keluarga pasien, dan pengunjung untuk bersama-sama membangun budaya kebersihan tangan.
“Melalui semangat Be a Handwashing Hero, setiap individu dapat mengambil peran dalam membangun budaya kebersihan tangan. Langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten ini dapat membantu mencegah penularan infeksi serta mendukung terciptanya lingkungan pelayanan yang aman dan bermutu,” tambah dr. Eniarti.
Ketua Panitia Global Handwashing Day 2026, dr. Dewi Aisiyah Mukarramah, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O(K), menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan dirancang secara edukatif dan interaktif agar pesan mengenai pentingnya kebersihan tangan dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu kegiatan yang diselenggarakan adalah Hand Hygiene Challenge, berupa lomba video edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun yang melibatkan unit kerja di lingkungan RS Kanker Dharmais. Melalui kegiatan ini, setiap unit didorong untuk menyampaikan pesan edukasi kebersihan tangan secara kreatif dan menarik.
Selain lomba video, kegiatan ini juga menghadirkan edukasi dan demonstrasi cara mencuci tangan yang benar bagi pasien, keluarga pasien, pengunjung rumah sakit dan civitas hospitalia. Peserta juga dapat mengikuti eksperimen backlight untuk melihat kebersihan tangan serta memperoleh suvenir menarik dalam rangkaian kegiatan tersebut.
“Kami ingin membangun kebiasaan mencuci tangan dengan benar agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, sekaligus mendukung keselamatan pasien dan pencegahan infeksi di lingkungan rumah sakit,” ujar dr. Dewi.
Dalam edukasi tersebut, peserta diperkenalkan dengan enam langkah mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Seluruh proses mencuci tangan ini membutuhkan waktu sekitar 60 detik.
Langkah mencuci tangan yang benar tersebut meliputi pertama, menggosok kedua telapak tangan secara lembut dengan gerakan memutar setelah menuangkan sabun atau cairan antiseptik. Kedua, menggosok punggung tangan kanan dan kiri secara bergantian dengan posisi jari saling merapat. Ketiga, menggosok sela-sela jari tangan hingga benar-benar bersih. Keempat, menggosok bagian dalam jari-jari kedua tangan dengan posisi saling mengunci. Kelima, menggosok dan memutar ibu jari kiri dalam genggaman tangan kanan, kemudian melakukan hal yang sama pada ibu jari kanan. Keenam, menggosok ujung jari atau kuku tangan kanan dengan gerakan memutar pada telapak tangan kiri, lalu melakukan hal yang sama pada tangan sebaliknya.
Penerapan langkah-langkah cuci tangan secara benar dan konsisten merupakan salah satu upaya untuk mengurangi risiko penyebaran kuman. Melalui edukasi ini, peserta nanti tidak hanya memahami pentingnya kebersihan tangan, tetapi juga mampu menerapkannya, baik di lingkungan rumah sakit maupun di rumah.
"Rangkaian kegiatan Global Handwashing Day 2026 ini, kami berharap kesadaran dan kepatuhan terhadap kebersihan tangan semakin meningkat. Tidak hanya bagi tenaga kesehatan, tetapi juga bagi pasien, keluarga pasien, dan pengunjung rumah sakit," tutup dr. Dewi.