
Loading...

Perkembangan ilmu onkologi mendorong perubahan pendekatan dalam penanganan kanker dari metode yang bersifat umum menjadi lebih personal sesuai karakteristik masing-masing pasien. Melalui penerapan Precision Medicine yang didukung oleh pemeriksaan biomarker dan teknologi Next-Generation Sequencing (NGS), RS Kanker Dharmais terus mengembangkan layanan yang membantu dokter dalam menentukan pilihan terapi secara lebih terinformasi dan sesuai dengan kondisi pasien.
Dalam konferensi media bertajuk "Kolaborasi AstraZeneca Indonesia dan RS Kanker Dharmais: Next-Generation Sequencing (NGS) untuk Penanganan Kanker Payudara dan Kanker Paru" yang digelar pada Kamis, 4 Juni 2026 di Jakarta, Plt Direktur Medik dan Keperawatan RS Kanker Dharmais, dr. Eka Widya Khorinal, Sp.PD-KHOM, MPH, FINASIM, menjelaskan bahwa kanker masih menjadi salah satu tantangan kesehatan yang besar di Indonesia. Berdasarkan data GLOBOCAN 2022, kanker payudara dan kanker paru termasuk jenis kanker yang paling banyak ditemukan di Indonesia dan diperkirakan akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.
Menurutnya, perkembangan pengetahuan mengenai kanker menunjukkan bahwa pasien dengan diagnosis kanker yang sama belum tentu memiliki karakteristik penyakit yang identik maupun respons yang sama terhadap pengobatan.
"Saat ini keputusan terapi kanker semakin berkembang melampaui pendekatan one-size-fits-all. Pasien dengan jenis kanker yang sama belum tentu membutuhkan terapi yang sama karena setiap kanker dapat memiliki karakteristik biologis yang berbeda," ujar dr. Eka.
Ia menambahkan bahwa dalam praktik klinis, dokter mempertimbangkan berbagai faktor dalam menentukan terapi, mulai dari jenis kanker, stadium penyakit, kondisi pasien, hingga karakteristik biologis tumor yang relevan. Pendekatan ini bertujuan mendukung pengambilan keputusan terapi yang lebih terinformasi dan lebih personal bagi setiap pasien.
"Dalam menentukan terapi, dokter mempertimbangkan berbagai aspek yang berkaitan dengan penyakit dan kondisi pasien. Informasi mengenai karakteristik biologis kanker menjadi salah satu komponen penting yang dapat membantu mendukung keputusan terapi yang lebih personal," katanya.
dr. Eka menambahkan bahwa untuk mendukung penerapan precision medicine, pemeriksaan diagnostik memiliki peran penting dalam membantu memahami karakteristik kanker secara lebih mendalam. Karena itu, pemeriksaan biomarker menjadi salah satu komponen yang semakin penting dalam penanganan kanker modern.
Kepala Instalasi Rujukan Laboratorium RS Kanker Dharmais, dr. Christine Sugiarto, Sp.PK(K), Subsp.Onk, menjelaskan bahwa pemeriksaan biomarker membantu mengidentifikasi profil tumor pasien, termasuk perubahan genetik yang dapat menjadi informasi tambahan bagi dokter dalam menentukan pilihan terapi.
"Pendekatan pengobatan kanker saat ini semakin mengarah pada terapi berbasis biomarker. Pemeriksaan biomarker membantu mengidentifikasi profil tumor pasien sehingga dapat mendukung keputusan terapi yang lebih sesuai dengan karakteristik masing-masing pasien," jelasnya.
Salah satu teknologi yang digunakan untuk pemeriksaan biomarker adalah Next-Generation Sequencing (NGS). Berbeda dengan pendekatan konvensional yang memeriksa gen satu per satu, NGS memungkinkan pemeriksaan banyak gen sekaligus dalam satu kali pemeriksaan menggunakan satu sampel dan satu panel analisis.
"Dengan pendekatan satu sampel dan satu panel, berbagai gen dapat dianalisis secara bersamaan sehingga profil biomarker yang diperoleh menjadi lebih komprehensif. Informasi ini dapat membantu mendukung pengambilan keputusan terapi secara lebih awal dibandingkan pemeriksaan gen tunggal yang dilakukan secara terpisah," kata dr. Christine.
Saat ini, RS Kanker Dharmais menyediakan Panel Mutasi Genetik Onkologi Presisi yang mencakup 45 gen dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi biomarker yang relevan pada berbagai jenis kanker, termasuk kanker paru dan kanker payudara. Pemeriksaan tersebut didukung oleh sistem automated end-to-end workflow yang mengintegrasikan proses persiapan sampel, sekuensing, hingga analisis bioinformatika dalam satu platform.
Pemeriksaan dapat dilakukan menggunakan sampel jaringan tumor maupun darah (liquid biopsy) sesuai kebutuhan klinis. Selain itu, layanan ini telah melalui proses validasi klinis dan analitik serta didukung kontrol kualitas yang ketat pada setiap tahapan pemeriksaan.
dr. Christine menegaskan bahwa penerapan precision medicine tidak dapat dipisahkan dari pemeriksaan diagnostik yang akurat.
"Precision medicine dimulai dari precision diagnostics. Pemahaman terhadap karakteristik kanker melalui pemeriksaan biomarker menjadi bagian penting dalam mendukung keputusan terapi yang lebih personal bagi pasien," tutupnya.