
Loading...

Gangguan paru-paru sering kali tidak memunculkan gejala yang khas pada tahap awal. Sesak napas, batu berkepanjangan, atau nyeri dada kerap dianggap sebagai keluhan ringan, padahal dapat menjadi tanda adanya masalah serius pada saluran pernapasan. Untuk mengecek kondisi paru-paru dengan lebih akurat, kini telah tersedia prosedur medis yang tidak terlalu invasif dan tentunya aman, yaitu bronkoskopi.
Bronkoskopi adalah prosedur medis untuk melihat langsung bagian dalam paru-paru dan saluran pernapasan dengan memakai alat bernama bronkoskop. Alat ini berbentuk menyerupai selang yang dilengkapi kamera dan lampu di bagian ujungnya.
Ada dua jenis bronkoskop yang lazim digunakan. Bronkoskop lentur biasanya bisa masuk lebih jauh ke saluran napas, dan sering kali tidak mengharuskan pasien untuk bius total (general anesthesia). Di sisi lain, bronkoskop kaku umumnya dilakukan di ruang operasi dengan bius total karena alatnya cenderung lebih besar.
Dalam menjalani prosedur bronkoskopi, biasanya pasien akan melalui sejumlah langkah berikut:
Persiapan, seperti puasa 6–12 jam sebelum prosedur, berhenti konsumsi obat pengencer darah, hingga melepaskan semua benda logam dari tubuh;
Pasien duduk atau berbaring telentang, lalu dihubungkan ke monitor untuk memantau tekanan darah, detak jantung, dan kadar oksigen;
Dokter menyuntikkan obat penenang pada pasien supaya merasa rileks, atau obat bius total jika diperlukan;
Dokter menyemprotkan obat bius ke mulut dan tenggorokkan pasien, atau mengoleskan obat bius berbentuk gel pada hidung pasien;
Bronkoskop dimasukkan melalui mulut atau hidung pasien, lalu didorong pelan-pelan hingga mencapai paru-paru.
Setelah prosedur selesai, dokter akan memonitor kondisi pasien selama beberapa jam ke depan untuk memastikan tidak adanya komplikasi. Biasanya, hasil pemeriksaan bronkoskopi dapat ditunjukkan kepada pasien dalam 1–3 hari.
Bronkoskopi merupakan alat diagnosis dan terapi yang berperan penting dalam dunia kedokteran modern, terutama berkaitan dengan kesehatan paru-paru dan saluran pernapasan. Melalui prosedur ini, dokter dapat melakukan sejumlah tindakan medis berikut:
Apa yang bisa dilakukan dokter jika seseorang mengalami batuk berkepanjangan, tapi penyebab jelasnya belum bisa diketahui melalui pemeriksaan standar? Dengan bronkoskopi, dokter dapat mengecek langsung kondisi paru-paru sekaligus mengambil sampel lendir atau jaringan pada area infeksi untuk diperiksa di laboratorium. Dari sinilah dokter bisa mengidentifikasi mikroorganisme penyebab bakteri.
Jika terjadi pendarahan pada paru-paru atau saluran napas, bronkoskopi dapat membantu dokter melihat langsung sumber pendarahan tersebut. Lalu, berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter jadi bisa mengambil tindakan yang tepat untuk mengendalikan kondisi pendarahan. Contohnya melalui penyedotan darah, penggunaan probe cautery, atau metode endoskopik lainnya.
Untuk mendapat gambaran serta menilai kondisi kelenjar getah bening di dada, dokter biasanya memadukan teknik bronkoskopi dengan ultrasonografi. Prosedur ini disebut juga dengan istilah ultrasonografi endobronkial (EBUS). Melalui teknik EBUS, dokter bisa mengambil langsung sampel jaringan kelenjar getah bening tanpa bedah terbuka, untuk kemudian diamati lebih lanjut di laboratorium.
Jika terjadi penyempitan abnormal di saluran pernapasan, bronkoskopi bisa membantu mengatasinya. Kondisi tersebut biasanya disebabkan oleh sumbatan seperti tumor atau jaringan perut. Pada situasi seperti ini, bronkoskopi berfungsi untuk melakukan pelebaran (dilatasi), pengangkatan jaringan sumbatan, atau pemasangan stent. Hasilnya aliran udara di saluran pernapasan bisa meningkat sehingga sesak napas pun mereda.
Beberapa kondisi paru-paru, seperti infeksi berat atau penyakit inflamasi kronis, bisa meningkatkan produksi sekresi, contohnya dahak atau lendir. Dalam kasus tersebut, bronkoskopi bisa mengurangi hambatan pernapasan, membersihkan jalan napas, serta mengurangi gejala seperti batuk berlebih maupun risiko komplikasi akibat penyumbatan lendir.
Prosedur bronkoskopi pada umumnya aman dilakukan pada paru-paru dan cenderung minim risiko. Meski begitu, ia tetap memiliki beberapa efek samping seperti demam, gangguan paru-paru karena cedera saat prosedur, pneumonia, dan perdarahan paru-paru karena biopsi. Apabila Anda mengalami keluhan nyeri dada, sesak napas, demam lebih dari sehari, dan/atau batuk berdarah setelah menjalani bronkoskopi, segera periksakan diri ke dokter.
Bronkoskopi adalah prosedur pemeriksaan paru-paru yang aman, minim invasif, dan akurat. Tingkat risikonya pun relatif rendah, menjadikannya salah satu prosedur andalan dalam dunia medis modern.
Memahami besarnya manfaat tersebut, RS Kanker Dharmais menyertakan bronkoskopi sebagai salah satu prosedur dalam pemeriksaan kanker paru-paru. Didukung dengan teknologi terkini dan tenaga kesehatan yang kompeten, pasien pun tidak perlu jauh-jauh berobat ke luar negeri untuk memperoleh layanan diagnostik berkualitas tinggi. Jangan tunda pemeriksaan kesehatan paru-paru Anda. Jadwalkan konsultasi di RS Kanker Dharmais sekarang juga melalui halaman ini.