
Loading...

Kementerian Kesehatan melalui RS Kanker Dharmais melaksanakan Bimbingan Teknis Pengampuan Pelayanan Kanker dan Penguatan Kapasitas Rumah Sakit Jejaring di Provinsi Papua Tengah pada Kamis, 25 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan berkualitas bagi masyarakat, khususnya dalam pelayanan kanker.
Direktur Utama RS Kanker Dharmais, dr. Eniarti, M.Sc., Sp.KJ., M.M.R., QHIA, menyampaikan bahwa program pengampuan menjadi langkah strategis untuk memperkuat rumah sakit daerah. Menurutnya, kolaborasi antara rumah sakit pengampu dan rumah sakit jejaring penting agar masyarakat dapat merasakan pelayanan kesehatan yang lebih merata.
“Pengampuan bukan semata-mata proses transfer pengetahuan dari rumah sakit pengampu kepada rumah sakit jejaring. Lebih dari itu, pengampuan adalah kemitraan untuk membangun sistem pelayanan yang kuat, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, memperbaiki tata kelola organisasi, serta memastikan bahwa setiap rumah sakit mampu berkembang sesuai kebutuhan dan karakteristik wilayahnya,” ujarnya.
Rumah sakit daerah di Papua Tengah didorong untuk semakin siap memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penguatan kapasitas dilakukan agar pasien tidak selalu harus dirujuk jauh ke luar daerah untuk mendapatkan pemeriksaan, penanganan, maupun layanan lanjutan terkait kanker.
RS Kanker Dharmais sebagai Pusat Kanker Nasional memiliki tanggung jawab untuk mendampingi rumah sakit daerah dalam mengembangkan layanan kanker yang sesuai dengan kondisi wilayah dan kebutuhan pasien. Perencanaan layanan dilakukan dengan melihat kebutuhan masyarakat, ketersediaan tenaga kesehatan, kesiapan sarana prasarana, serta kemampuan rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang aman dan bermutu.
"Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperoleh baseline data rumah sakit jejaring sebagai dasar penyusunan program pengampuan dan pendampingan berkelanjutan," kata dr. Eniarti.
Dalam bimbingan teknis ini, terdapat sejumlah fokus utama yang menjadi perhatian bersama. Fokus tersebut meliputi penguatan pengelolaan keuangan dan akuntansi rumah sakit melalui pemahaman Monitoring Kinerja Keuangan dan Operasional (MKKO), identifikasi sumber data keuangan, serta pendampingan penyusunan laporan keuangan sesuai format Kementerian Kesehatan.
Selain itu, kegiatan ini juga mencakup identifikasi kondisi sumber daya manusia rumah sakit, mulai dari komposisi tenaga kesehatan, beban pegawai, hingga kesiapan SDM dalam mendukung pengembangan layanan kanker. Pemetaan indikator pelayanan medik juga dilakukan, termasuk waktu tunggu rawat jalan, waktu tunggu IGD, waktu tunggu farmasi, utilisasi kamar operasi, utilisasi alat kesehatan, serta indikator operasional lain yang berpengaruh terhadap mutu pelayanan rumah sakit.
Tidak hanya itu, RS Kanker Dharmais bersama rumah sakit jejaring juga melakukan identifikasi kondisi sarana prasarana, alat kesehatan, dan sistem informasi manajemen rumah sakit. Langkah ini menjadi bagian penting agar pengembangan layanan kesehatan dapat berjalan lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini turut mengidentifikasi kebutuhan pengembangan layanan kanker, kebutuhan SDM, alat kesehatan, serta kesiapan rumah sakit dalam memperkuat jejaring rujukan kanker di wilayah Papua Tengah. Dengan pemetaan tersebut, program pengampuan diharapkan dapat disusun secara lebih tepat sasaran dan sesuai kondisi masing-masing rumah sakit.
dr. Eniarti berharap dapat memperoleh baseline data yang akurat sehingga program pendampingan dan pengampuan yang akan dilaksanakan pada tahap berikutnya benar-benar sesuai dengan kebutuhan masing-masing rumah sakit.
“Pertemuan ini tidak berhenti pada diskusi dan penyusunan rekomendasi. Pertemuan ini harus menghasilkan komitmen bersama, rencana tindak lanjut yang jelas, pembagian peran yang tegas, serta indikator keberhasilan yang dapat dievaluasi secara berkala,” tutupnya.