
Loading...

RS Kanker Dharmais memperkuat komitmen mewujudkan Net Zero Hospital melalui berbagai langkah nyata untuk mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas pelayanan kesehatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Komitmen Bersama Net Zero Hospital yang diselenggarakan pada Jumat, 16 Oktober 2026 di Lapangan Upacara RS Kanker Dharmais, dengan melibatkan sivitas hospitalia, mitra, tenant, dan pengunjung rumah sakit.
Kegiatan diawali dengan senam pagi bersama, dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen secara digital, penyerahan tanaman dari unit kerja, mitra, tenant, dan kontraktor sebagai bentuk partisipasi dalam mendukung program Net Zero Hospital, serta penanaman pohon di lingkungan rumah sakit. Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus mendorong penerapan pola hidup sehat.
Direktur Utama RS Kanker Dharmais, dr. Eniarti, M.Sc., Sp.KJ., M.M.R., QHIA, menyampaikan bahwa menjaga kesehatan tidak dapat dipisahkan dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat. Rumah sakit tidak hanya bertanggung jawab menjaga kesehatan pasien, tetapi juga perlu memastikan lingkungan pelayanan tetap aman dan nyaman.
Ia menegaskan bahwa komitmen terhadap lingkungan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari, baik oleh pegawai maupun mitra rumah sakit.
“Sekarang tugas kita bukan hanya sebuah seremonial, tetapi bagaimana budaya itu kita implementasikan dan menjadi budaya buat kita, dan mulai dari pribadi-pribadi kita,” ujarnya.
Dr. Eniarti juga mengajak seluruh pihak untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membiasakan penggunaan tumbler, serta meningkatkan kedisiplinan dalam memilah dan membuang sampah sesuai jenisnya. Pengelolaan sampah yang tepat penting untuk menjaga keselamatan semua pihak yang terlibat dalam pelayanan, termasuk petugas kebersihan.
Selain itu, penanaman pohon menjadi bentuk kepedulian jangka panjang terhadap lingkungan. Upaya penghijauan ini diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan rumah sakit yang lebih asri dan sehat, sekaligus memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Sementara itu, Kepala Instalasi Kesehatan Lingkungan dan K3RS, Wisnu Handoyo, ST, MM, menjelaskan bahwa penerapan Net Zero Hospital perlu didukung pengelolaan sumber daya yang lebih efisien. Aktivitas rumah sakit membutuhkan energi dalam jumlah besar dan menghasilkan limbah setiap hari sehingga diperlukan langkah berkelanjutan untuk menekan dampak lingkungan.
“Konsumsi listrik kita di RS Kanker Dharmais hampir mencapai Rp2 miliar per bulan, sedangkan limbah yang dihasilkan dari aktivitas pelayanan rata-rata sekitar 1,5 ton per hari. Kondisi ini tentu menjadi salah satu alasan pentingnya meningkatkan efisiensi energi, mengoptimalkan penggunaan air, dan memperkuat pengelolaan limbah,” terangnya.
Berbagai upaya telah dilakukan RS Kanker Dharmais, antara lain melalui penggunaan lampu hemat energi, penerapan Building Automation System untuk mengendalikan penggunaan pendingin ruangan dan chiller, serta pemanfaatan kembali air yang telah melalui proses pengolahan untuk kebutuhan tertentu. Rumah sakit juga menggunakan material bangunan yang mendukung efisiensi energi.
Langkah tersebut sejalan dengan pencapaian RS Kanker Dharmais yang meraih penghargaan Low Carbon Healthcare serta memiliki bangunan bersertifikat gedung hijau. Pencapaian ini menjadi dorongan untuk terus memperkuat penerapan praktik pelayanan kesehatan yang lebih ramah lingkungan.
Wisnu menegaskan bahwa komitmen bersama merupakan bagian penting dalam menyelaraskan pelayanan kanker yang berkualitas dengan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. Melalui keterlibatan seluruh pihak, berbagai upaya penghematan energi, efisiensi penggunaan air, pengurangan sampah, dan penghijauan diharapkan dapat menjadi budaya yang diterapkan secara konsisten.
"Melalui kegiatan ini, mari kita bersama mengambil peran dalam mewujudkan lingkungan rumah sakit yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan sebagai langkah menuju Net Zero Hospital," tutup Wisnu.