
Loading...

Dalam rangkaian Seminar Nasional PERSI XXII, Seminar Tahunan Patient Safety XX, dan Hospital Expo XXXVIII, RS Kanker Dharmais meraih Pemenang 1 PERSI–MAKERSI Award 2026 Kategori Low Carbon Healthcare melalui inovasi bertajuk “Sertifikasi Bangunan Gedung Hijau, Langkah Awal RS Kanker Dharmais Mewujudkan Low Carbon Healthcare”. Penghargaan tersebut diberikan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, pada 10 Oktober 2026.
Direktur Perencanaan & Pengembangan Strategi Layanan RS Kanker Dharmais, dr. Tengku Winda Ardini, M.Ked(Cardio), Sp.JP(K), lFIHA, FAsCC, yang menerima penghargaan tersebut, menyampaikan bahwa apresiasi dari Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) bersama Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit Indonesia (MAKERSI) ini menjadi pengakuan atas upaya RS Kanker Dharmais dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan lingkungan ke dalam pengembangan fasilitas rumah sakit.
“Penerapan bangunan hijau menjadi langkah awal rumah sakit dalam mengembangkan konsep low carbon healthcare,” ujarnya.
Inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan bangunan yang lebih efisien. Langkah ini dilatarbelakangi oleh tingginya kebutuhan energi rumah sakit yang beroperasi selama 24 jam, sekaligus harus menjaga kualitas udara, suhu, dan kelembapan untuk mendukung pelayanan kesehatan.
Low Carbon Healthcare atau sebelumnya lebih dikenal dengan green hospital adalah upaya rumah sakit dalam mengurangi emisi karbon yang dihasilkan oleh rumah sakit pada saat konstruksi bangunan gedungnya, operasional rumah sakit, sampai bangunan gedung dihancurkan (Demolish). RS Kanker Dharmais sendiri sejak tahun 2000 secara bertahap telah menerapkan beberapa prinsip low carbon healthcare di gedung eksisting. Pada saat perencanaan dan pembangunan Gedung Cendana, RS Kanker Dharmais memperoleh sertifikat Bangunan Gedung Hijau (BGH) Level Utama dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan sertifikasi Greenship peringkat Gold dari Green Building Council Indonesia (GBCI). Penilaian mencakup sejumlah aspek, antara lain pengelolaan tapak, efisiensi energi, konservasi air, kualitas udara dalam ruang, penggunaan material ramah lingkungan, pengelolaan sampah, dan pengelolaan air limbah.
Upaya tersebut turut mendorong penggunaan sumber daya secara lebih efisien. Penerapan desain bangunan hijau pada gedung cendana secara perhitungan ditargetkan dapat mengefisienkan pemakaian energi sebesar 2.868.864 kWh per tahun dan penggunaan air sebesar 14.200 m3 per tahun dibandingkan bangunan gedung sejenis yang tidak menerapkan prinsip bangunan gedung hijau. Selain itu, penerapan prinsip tersebut juga mendukung upaya pengurangan emisi karbon melalui efisiensi operasional dan pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan.
dr. Tengku menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi dorongan untuk melanjutkan pengembangan rumah sakit yang berorientasi pada kualitas pelayanan dan keberlanjutan lingkungan.
“Penerapan prinsip bangunan hijau merupakan langkah penting dalam mewujudkan low carbon healthcare. Kami ingin memastikan bahwa pengembangan fasilitas dan pelayanan rumah sakit juga memperhatikan efisiensi penggunaan sumber daya serta dampaknya terhadap lingkungan, dengan tetap mengutamakan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PERSI dan MAKERSI atas penghargaan yang diberikan, serta berterima kasih kepada seluruh jajaran RS Kanker Dharmais yang telah berkontribusi dalam mendukung upaya tersebut.
Pengembangan low carbon healthcare akan terus dilakukan melalui perencanaan bangunan, pelaksanaan konstruksi, dan pengelolaan operasional yang memperhatikan prinsip keberlanjutan. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat pengelolaan rumah sakit sekaligus mendorong penerapan praktik ramah lingkungan secara berkelanjutan.
“Terima kasih kepada PERSI dan MAKERSI atas apresiasi yang diberikan, serta kepada seluruh tenaga kesehatan dan staf RS Kanker Dharmais yang telah mendukung upaya ini. Capaian ini merupakan hasil kerja bersama dan menjadi pengingat bahwa keberlanjutan membutuhkan komitmen yang dijalankan secara konsisten,” tambahnya.
Melalui pencapaian ini, RS Kanker Dharmais menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pelayanan kanker yang berkualitas dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan layanan kesehatan yang lebih ramah lingkungan bagi masyarakat di seluruh Indonesia.