
Loading...

Menjalani pengobatan kanker tidak hanya menjadi perjuangan bagi pasien, tetapi juga bagi keluarga yang mendampingi. Bagi pasien yang berasal dari luar Jakarta, proses terapi yang berlangsung berulang kali sering kali diikuti tantangan lain, yaitu keterbatasan tempat tinggal selama menjalani pengobatan.
Untuk membantu meringankan beban tersebut, RS Kanker Dharmais sebagai Rumah Sakit Rujukan Nasional meresmikan pemanfaatan Tower B sebagai Rumah Singgah dengan 27 kamar sebagai fasilitas bagi pasien dan keluarga yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama menjalani pengobatan.
Direktur Utama RS Kanker Dharmais, dr. Eniarti, M.Sc., Sp.KJ., M.M.R., QHIA mengatakan bahwa sebagian besar pasien yang berobat di RS Kanker Dharmais berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara hingga Papua. Tidak sedikit di antara mereka yang harus menjalani terapi dalam waktu lama sehingga membutuhkan tempat tinggal sementara di sekitar rumah sakit.
Ia menceritakan pengalamannya saat menemui sepasang suami istri yang telah bertahan selama 16 hari di area terbuka rumah sakit karena tidak memiliki tempat untuk menginap. Pasien tersebut sebenarnya telah selesai menjalani rawat inap, namun masih harus menjalani pengobatan secara berkala. Keterbatasan biaya transportasi membuat mereka memilih tetap berada di sekitar rumah sakit dibanding harus pulang ke daerah asal.
"Mereka memilih tetap berada di sekitar rumah sakit agar dapat melanjutkan pengobatan tanpa terbebani biaya transportasi untuk pulang dan kembali lagi ke Jakarta," ujar dr. Eniarti dalam acara Serah Terima Hibah Furniture Rumah Singgah dari Bank Syariah Indonesia kepada RS Kanker Dharmais pada Kamis, 16 Juli 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut masih dialami sebagian pasien kanker. Meskipun biaya pengobatan telah ditanggung melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), kebutuhan lain seperti tempat tinggal, konsumsi, dan transportasi masih menjadi tantangan bagi banyak keluarga.
"Penyakit kanker bukan hanya membuat satu orang sakit. Sesungguhnya satu keluarga ikut merasakan dampaknya, baik secara emosional maupun ekonomi. Karena itu, kami ingin menghadirkan pelayanan yang tidak hanya berfokus pada tindakan medis, tetapi juga memberikan dukungan bagi pasien dan keluarga selama menjalani pengobatan," katanya.
Selama ini, RS Kanker Dharmais bersama berbagai komunitas dan yayasan telah berupaya membantu pasien dengan memanfaatkan rumah-rumah warga sebagai tempat tinggal sementara. Kehadiran Rumah Singgah diharapkan dapat melengkapi upaya tersebut sehingga semakin banyak pasien dan keluarga yang memperoleh tempat beristirahat yang aman dan nyaman.
Selain menjadi tempat tinggal sementara, Rumah Singgah juga diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi pasien sehingga mereka dapat lebih fokus menjalani terapi dan proses pemulihan.
Pembangunan dan penyediaan fasilitas Rumah Singgah RS Kanker Dharmais yang berada di Tower B mendapat dukungan dari Bank Syariah Indonesia (BSI) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan. Dukungan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan pasien.
Direktur Retail Banking PT Bank Syariah Indonesia Tbk., Kemas Erwan Husainy, mengatakan bahwa dukungan terhadap Rumah Singgah RS Kanker Dharmais merupakan wujud komitmen BSI untuk hadir tidak hanya sebagai mitra finansial, tetapi juga sebagai mitra sosial bagi masyarakat.
"Kami ingin hadir sebagai sahabat sosial. Masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan. Kehadiran Rumah Singgah ini menjadi salah satu bentuk kepedulian kami untuk mendukung pasien dan keluarga selama menjalani pengobatan di RS Kanker Dharmais," ujar Erwan.
Ke depan, RS Kanker Dharmais juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra untuk memperkuat pelayanan kesehatan, termasuk peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan budaya melayani. Melalui kolaborasi tersebut, rumah sakit berharap setiap pasien dan keluarga yang datang tidak hanya memperoleh pelayanan medis yang komprehensif, tetapi juga merasakan kepedulian, kenyamanan, dan dukungan selama menjalani perjuangan melawan kanker.