
Loading...

Rumah Sakit Kanker Dharmais melaksanakan upacara serah terima jabatan (Sertijab) Direktur Utama sekaligus acara pisah sambut sebagai bagian dari kesinambungan kepemimpinan dalam memperkuat perannya sebagai Pusat Kanker Nasional. Kegiatan ini di selenggarakan pada Rabu, 18 Februari 2026, di Auditorium Utama RS Kanker Dharmais.
Dalam acara tersebut, jabatan Direktur Utama RS Kanker Dharmais resmi diserahterimakan dari dr. R. Soeko W. Nindito D., MARS kepada dr. Eniarti, M.Sc., Sp.KJ., M.M.R., QHIA. Pada kesempatan yang sama, juga disampaikan salam perpisahan kepada Direktur Medik dan Keperawatan, dr. Reni Wigati, Sp.A(K). Acara berlangsung khidmat dan penuh haru, serta dihadiri oleh Dewan Pengawas, Komite, SPI, Jajaran Direksi, para Manajer, dan Kepala Instalasi RS Kanker Dharmais.
Ketua Dewan Pengawas, Dr. Dra. Lucia Rizka Andalucia, Apt., M.Pharm., MARS, menyampaikan bahwa momen pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang membawa harapan agar semua pihak dapat terus maju dan berkembang, baik secara pribadi maupun sebagai institusi. Ia juga memberikan apresiasi atas dedikasi pimpinan sebelumnya yang telah membangun fondasi kuat bagi Rumah Sakit Kanker Dharmais.
Kepemimpinan bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang jejak dan dampak yang ditinggalkan. Menurut Lucia, berbagai kontribusi penting telah diberikan, mulai dari membentuk budaya kerja yang baik, meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien, hingga memperkuat sarana dan prasarana agar rumah sakit ini mampu mencapai standar internasional.
Tidak hanya pada bidang pelayanan, kontribusi tersebut juga mencakup pengembangan pendidikan dan penelitian, termasuk pembentukan berbagai program pendidikan serta kerja sama internasional, seperti dengan MD Anderson dan jaringan rumah sakit di kawasan Asia Pasifik.
“Atas nama Dewan Pengawas RS Kanker Dharmais, kami mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya atas pengabdian dr. Soeko dan dr. Reni yang telah mendampingi rumah sakit ini selama kurang lebih lima tahun,” ujarnya.
Lebih lanjut, Lucia mengucapkan selamat datang kepada dr. Eniarti sebagai Direktur Utama RS Kanker Dharmais yang baru, serta meyakini bahwa pengalaman kepemimpinan beliau sebelumnya di RS Sardjito akan membawa warna dan energi baru bagi kemajuan RS Kanker Dharmais.
Sebagai Pusat Kanker Nasional, RS Kanker Dharmais memiliki tanggung jawab penting untuk memastikan pelayanan kanker di seluruh Indonesia berjalan dengan baik melalui program pengampuan dan jejaring rujukan.
“Bersama seluruh jajaran direksi dan manajemen, kepemimpinan yang baru ini diharapkan dapat memperkuat hal-hal yang sudah baik serta memperbaiki yang masih perlu ditingkatkan. Selalu ada ruang untuk tumbuh dan melangkah lebih jauh,” kata Lucia.
Sebagai Ketua Dewan Pengawas, Lucia menambahkan bahwa peran Dewas tidak hanya sebatas mengawasi, tetapi juga memastikan organisasi tetap solid, terbuka untuk berdiskusi, dan saling mendukung demi satu tujuan bersama, yaitu menghadirkan pelayanan kesehatan yang bermutu, berintegritas, dan berkeadilan.
Dalam sambutannya, dr. R. Soeko W. Nindito D., MARS menyampaikan rasa syukur sekaligus haru setelah mengabdikan diri selama bertahun-tahun di RS Kanker Dharmais. Ia menilai rumah sakit tersebut bukan sekadar tempat kerja, melainkan rumah kedua yang membentuk pemahaman mendalam tentang kemanusiaan, terutama melalui interaksi dengan pasien kanker dan keluarga mereka.
“Di sini saya melihat keberanian yang sunyi, mulai dari pasien yang tetap tersenyum di tengah terapi panjang, keluarga yang terus menggenggam harapan, hingga tenaga kesehatan yang bekerja tanpa lelah,” tuturnya.
Dalam refleksinya, ia mengingat berbagai tantangan yang telah dilalui bersama, termasuk masa pandemi COVID-19, pembangunan fasilitas baru, serta penguatan kerja sama internasional. Menurutnya, kekuatan sejati RS Kanker Dharmais terletak pada solidaritas dan dedikasi seluruh sumber daya manusia di dalamnya.
“Kepemimpinan bukan soal posisi, tetapi tanggung jawab moral. Yang membuat RS Kanker Dharmais besar bukan gedung atau teknologinya, melainkan hati orang-orang yang bekerja di dalamnya,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, dr. Soeko turut menyampaikan terima kasih atas kebersamaan, kepercayaan, dan persahabatan yang telah terjalin selama ini. Dukungan seluruh elemen rumah sakit memungkinkan kepemimpinan berjalan dengan tenang dan terarah.
“Terima kasih kepada dewan pengawas, jajaran direksi, pimpinan unit, tenaga medis, tenaga kesehatan, serta seluruh pegawai RS Kanker Dharmais yang telah bekerja keras dan menjaga arah organisasi,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, dr. Soeko menitipkan harapan besar kepada Direktur Utama yang baru agar berbagai rencana strategis yang telah disusun dapat dilanjutkan dan dikembangkan.
“Saya yakin, Ibu akan membawa RS Kanker Dharmais menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Utama RS Kanker Dharmais yang baru, dr. Eniarti, M.Sc., Sp.KJ., M.M.R., QHIA menegaskan bahwa kanker bukan hanya persoalan medis, melainkan juga persoalan kemanusiaan, sosial, ekologis, bahkan ekonomi. Oleh karena itu, RS Kanker Dharmais harus terus berkembang menjadi rumah sakit kanker yang unggul, baik dalam pelayanan klinis berbasis evidence-based medicine, riset dan inovasi, maupun tata kelola yang transparan dan akuntabel.
“Sebagai Direktur Utama yang baru, saya menyadari bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh satu orang, melainkan oleh kekuatan tim. Kekuatan terbesar rumah sakit ini adalah sumber daya manusianya, mulai dari tenaga medis, tenaga kesehatan, hingga seluruh unsur manajemen,” jelasnya.
Ia menyampaikan beberapa fokus utama yang akan didorong secara bersama, antara lain penguatan mutu dan keselamatan pasien sebagai budaya kerja, pengembangan layanan unggulan yang menjadi standar nasional hingga regional, transformasi layanan berbasis digital untuk meningkatkan efisiensi dan pengalaman pasien, penguatan jejaring nasional dan internasional, serta peningkatan kesejahteraan dan well-being sumber daya manusia.
“Saya meyakini bahwa sumber daya manusia yang sehat, sejahtera, dan dihargai akan menghasilkan pelayanan yang luar biasa,” tambahnya.
Lebih lanjut, dr. Eniarti menegaskan bahwa dirinya tidak datang untuk membawa perubahan seorang diri, melainkan untuk melanjutkan prestasi yang telah ada sekaligus mempercepat langkah menuju rumah sakit kanker berstandar internasional yang tetap berjiwa Indonesia.
Ia juga mengajak seluruh keluarga besar RS Kanker Dharmais untuk membangun budaya kerja yang terbuka, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi, sehingga setiap pasien tidak hanya menerima terapi, tetapi juga merasakan empati dan harapan.
“Dengan dukungan seluruh civitas hospitalia, saya berharap amanah ini dapat dijalankan dengan integritas, keberanian dalam mengambil keputusan yang tepat, serta ketulusan dalam melayani,” tutup dr. Eniarti.